Dinonaktifkan Ketum FKKN, Maulana: Itu Kepanikan Saja!

FORUM KIAI KAMPUNG: Maulana Ischak, bawa FKKN Surabaya dukung pasangan Machfud-Mujiaman. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN
FORUM KIAI KAMPUNG: Maulana Ischak, bawa FKKN Surabaya dukung pasangan Machfud-Mujiaman. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tersulut dukung mendukung pasangan calon di Pilwali Surabaya 2020, internal Forum Kiai Kampung Nusantara (FKKN) kian memanas.

Pemicunya: Ketua Umum DPP FKKN, KH Abd Tawwab Hadlory mendukung Eri Cahyadi-Armuji di satu sisi, dan Ketua DPC FKKN Surabaya, Maulan Ischak mendukung Machfud Arifin-Mujiaman di sisi lain.

Bahkan, Kiai Tawwab menyebut Maulana tak pantas mengatasnamakan FKKN dalam mendukung Machfud-Mujiaman, karena tak lagi menjadi ketua FKKN Surabaya setelah dinonaktifkan.

Tapi Maulana melawan. “Nonaktif bagaimana? Dia menonaktifkan kan ketika saya mendukung Pak Machfud, sementara Pak Kiai Tawwab kan mendukung Pak Eri,” katanya usai acara silaturahmi dengan Machfud di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Sabtu (26/9/2020).

Jadi sebelumnya tidak nonaktif? “Oh ndak, ndak! Ketika saya dianggap tidak mengikuti pilihan beliau, terus kemudian saya dinonaktifkan. Saya pikir itu sebuah hal yang lumrah,” sergahnya.

Bagi Maulana, soal perbedaan dukungan dalam Pilkada sebenarnya wajar-wajar saja. Apalagi dia memilih calon pemimpin yang lebih baik.

“Kan ndak dosa memilih calon yang lebih baik. Ndak dosa, itu saja. Kalau kemudian komentar-komentar seperti itu ya saya pikir itu sebuah kepanikan saja,” ucapnya.

Artinya Machfud calon yang lebih baik? “Saya meyakini seperti itu, karena di dalam hadits qudsi ketika memilih pemimpin ada yang lebih baik, kenapa kita tidak memilih yang seperti itu,” katanya.

Kendati beda pilihan dan disebut dinonaktifkan, lanjut Maulana, dirinya tetap menghormati Kiai Tawwab yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darus Sa’adah, Nginden Jangkungan, Surabaya.

“Beliau saya anggap sebagai figur saya, orang tua yang mesti saya hormati. Saya enggak akan membalas beliau, karena ini hanya sebuah pilihan,” katanya.

Sebelumnya Kiai Tawwab menyebut Maulana bukan lagi ketua FKKN Surabaya karena sudah dinonaktifkan.

“Sejak dilantik (Januari 2019 di Islamic Center Surabaya) sudah tidak ada aktivitas. Diundang rapat pun, itu tidak pernah datang,” katanya.

“Kata orang Jawa, manuk gelatik cucuke abang. Mari dilantik, ongkang-ongkang, ya itu Maulana,” sambung Kiai Tawwab.

Kiai Tawwab juga menegaskan, kalau FKKN yang dipimpinnya sudah bersepakat secara utuh memberikan dukungan ke Eri-Armuji di Pilwali Surabaya 2020.

DUKUNG MACHFUD ARIFIN: FKKN Surabaya kubu Maulana Ischak saat silaturahim dengan Machfud Arifin. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN
DUKUNG MACHFUD ARIFIN: FKKN Surabaya kubu Maulana Ischak saat silaturahim dengan Machfud Arifin. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya