Tegas ke Eri! FKKN Tepis Agenda Silaturahmi dengan Machfud

PILWALI SURABAYA: KH Abd Tawwab Hadlory, tepis FKNN akan gelar silaturahim dengan Machfud Arifin. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: KH Abd Tawwab Hadlory, tepis FKNN akan gelar silaturahim dengan Machfud Arifin. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sebuah undangan yang mengatasnamakan Forum Kiai Kampung Nusantara (FKKN) Surabaya, beredar luas di media sosial dan sejumlah WAG (WhatsApp Grup) sejak Selasa (22/9/2020) lalu.

Undangan yang diteken Ketua FKKN Surabaya, Maulana Ischak tersebut ditujukan kepada anggota FKKN untuk menghadiri silaturahmi dengan calon wali kota Surabaya, Machfud Arifin di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Sabtu (26/9/2020) mulai pukul 14.00 WIB.

Dalam undangan juga disertakan tiga catatan. Pertama, para undangan diminta memakai baju takwa dan bersongkok hitam. Kedua, memakai celana hitam atau bersarung warna gelap. Ketiga, membawa foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Mendapati undangan tersebut, Ketua Umum DPP FKKNU, KH Abd Tawwab Hadlory tak bisa menyembunyikan rasa geramnya. Selain forum yang dipimpinnya sudah bersepakat mendukung Eri Cahyadi, Maulana juga sudah dinonaktifkan sebagai ketua FKKN Surabaya.

“Sejak dilantik (Januari 2019 di Islamic Center Surabaya) sudah tidak ada aktivitas. Diundang rapat pun, itu tidak pernah datang,” katanya kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

“Kata orang Jawa, manuk gelatik cucuke abang. Mari dilantik, ongkang-ongkang, ya itu Maulana,” sambung pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Sa’adah, Nginden Jangkungan, Surabaya itu.

Sudah dinonaktifkan dari organisasi, lanjut Kiai Tawwab, Maulana malah berulah di Pilwali Surabaya 2020 dengan membuat undangan silaturahim dengan salah satu calon, mengatasnamakan FKKN lagi.

“Sedangkan wakil ketua, sekretaris, tidak dilibatkan. Jadi tidak melalui mekanisme rapat. Oleh karena itu, ini perlu diluruskan!” katanya.

Sebab, langkah Maulana bukan hanya tidak melalui mekanisme rapat, tapi yang paling berat karena FKKN labelnya kiai. Tidak ada tata kramanya, tidak izin ke pengurus pusat, pengurus wilayah, dan tidak memberitahukan.

“Sampai yang terakhir saya tegur, teguran saya tidak digubris. Entah ketakutan karena merasa salah atau bagaimana,” kata Kiai Tawwab, sembari menunjukkan isi tegurannya lewat WA yang tidak dibalas Maulana.

Langkah Pribadi Maulana

BUKAN UNDANGAN FKNN: KH Abd Tawwab Hadlory, tunjukkan undangan mengatasnamakan FKNN. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BUKAN UNDANGAN FKNN: KH Abd Tawwab Hadlory, tunjukkan undangan mengatasnamakan FKNN. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Nah, agar yang disampaikannya ini kuat, dalam kesempatan tersebut, Kiai Tawwab juga mengajak serta Wakil Ketua FKKNU Jatim, KH Mahfud; Wakil Ketua FKKNU Surabaya, KH Dhofir Ahmad; Sekretaris PC FKKN Surabaya, Mohammad Hidayat; Ketua FKKN Jatim, KH Muhammad Husein; serta Sekretaris Wilayah FKKN Jatim, KH Mahfud.

“Maka ini sudah kesepakatan kita bersama, bahwa dengan adanya teguran ini, Maulana sudah tidak berhak menyandang ketua karena sudah dinonaktifkan tapi masih mengatasnamakan FKKN,” katanya.

“Itu yang perlu diketahui oleh masyarakat luas di Kota Surabaya, tidak benar undangan itu atas nama FKKN,” imbuh Kiai Tawwab.

Lagi pula, FKKN sudah bersepakat dan secara utuh memberikan dukungan ke calon lainnya, Eri Cahyadi yang berpasangan dengan Armuji dan tidak ada pilihan lain.

“Itu kesepakatan para kiai yang ada di Surabaya. Ini (FKNN yang akan bersilaturahmi dengan Machfud) sempalan. Tolong kepada masyarakat supaya tahu itu, bahwa Maulana ini langkah pribadi bukan langkah institusi FKKN,” ujarnya.

DUKUNG ERI CAHYADI: KH Abd Tawwab Hadlory dan pengurus FKNN Jatim dan Surabaya sepakat dukung Eri. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DUKUNG ERI CAHYADI: KH Abd Tawwab Hadlory dan pengurus FKNN Jatim dan Surabaya sepakat dukung Eri. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya