Diketuai ‘Energi Milenial’, IPHI Diharapkan Kembali Besar

KEKUATAN BARU: Rakhmad Santoso (kiri), diharapkan bisa mengembalikan marwah dan kekuatan IPHI yang sempat tercerai berai. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
KEKUATAN BARU: Rakhmad Santoso (kiri), diharapkan bisa mengembalikan marwah dan kekuatan IPHI yang sempat tercerai berai. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Lewat Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Surabaya, Selasa (14/8) malam, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) memiliki ketua umum baru, Rakhmad Santoso.

Rakhmad dipilih secara aklamasi menjadi ‘nahkoda’ baru, menggantikan Indra Sahnun Lubis yang meninggal dunia. “Dari 28 DPD yang hadir, semua sepakat ketua IPHI diserahkan pada Rahmad Santoso secara aklamasi,” kata Ketua Steering Committee, Herman Kadir saat memimpin sidang.

Usai sidang, Herman menegaskan, terpilihnya Rahmad sudah sesuai dengan kebutuhan IPHI ke depan. “Rakhmad punya komunikasi yang baik dengan seluruh DPD. Dia anak muda yang energik dan disukai seluruh anggota,” paparnya.

• Baca: Pemeriksaan Tuntas! Tunggu Tersangka Baru Korupsi P2SEM

Mewakili anggota IPHI, Herman berharap Rakhmad bisa membawa organisasi ini bersaing dengan organisasi advokat lainnya. “Organisasi ini sangat besar, anggotanya menyebar di berbagai organisasi advokat lainnya. Semoga Rahmad bisa mengembalikan kebesaran dan marwah IPHI,” harap Herman.

Sementara Rakhmad siap bekerja maksimal untuk menjalankan kepercayaan yang diberikan IPHI. Sebagai bagian dari ‘energi milenial’, dirinya akan langsung tancap gas membentuk kepengurusan.

“Pengurus akan diisi orang yang bisa bekerja cepat, tidak hanya ndompleng saja. Karena ada pekerjaan besar mengambalikan teman-teman yang sudah terpecah-pecah untuk kembali ke rumah besar ini,” paparnya.

• Baca: Suciwati Nilai Prabowo-Jokowi Sama Kelamnya soal HAM

IPHI awalnya dari Surabaya yang didirikan Aziz Bhalmar, karena itu terpilihnya Rakhmad diharapkan bisa mengembalikan spirit kebesaran IPHI dari Kota Pahlawan.

“Saya bersama pengurus berusaha mengembalikan nama advokat agar lebih kredibel dan dihargai sejajar dengan penegak hukum yang lain,” tandasnya.