Suciwati Nilai Prabowo-Jokowi Sama Kelamnya soal HAM

SILATURAHIM KE KHOFIFAH: Suciwati (kiri) saat silaturahim ke kediaman Khofifah di Jemursari, Surabaya, Selasa (14/8). | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP
SILATURAHIM KE KHOFIFAH: Suciwati (kiri) saat silaturahim ke kediaman Khofifah di Jemursari, Surabaya, Selasa (14/8). | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bagi Suciwati, istri aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), almarhum Munir Said Thalib, baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto sama-sama memiliki catatan kelam soal HAM.

Dia pun punya cara tersendiri dalam menyalurkan hak pilihnya di Pilpres 2019. “Kalau di Facebook-ku, aku menuliskan coblos semua, pilih semua!” katanya usai bertemu Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa di kediamannya Jemursari, Surabaya, Selasa (14/8).

Dengan menyoblos dua-duanya, maka suara menjadi tidak sah dan hal itu sengaja dilakukan agar ada perubahan sistem dalam pencalonan Capres-Cawapres. “Harus ada rekam jejak dan syarat kalau pelanggar HAM ndak boleh nyalon,” katanya.

• Baca: Khofifah Fasilitasi Pembangunan Museum Omah Munir

Suciwati menilai, Prabowo memiliki catatan pelanggaran HAM dalam kasus penculikan aktivis saat reformasi 1997-1998 dan tak pernah dibawa ke pengadilan. “Jelas! Prabowo pelanggar HAM,” tegasnya.

Dia lantas membuka memori soal wawancara Munir dengan Fadli Zon, yang pernah dipakai tim Prabowo dan diviralkan yang disebutnya Munir menyatakan Prabowo tidak melanggar HAM.

“Padahal jelas di situ almarhum (Munir) ngomong, bahwa Prabowo harus dibawa ke pengadilan. Para korbannya kan banyak, masih hidup dalam kasus penculikan 1997-1998,” katanya.

• Baca: PDIP Jatim Tak Bergantung Jokowi Effect di Pileg 2019

Bagaimana dengan Jokowi? Suciwati menyebut Jokowi memang tidak pernah memiliki rekam jejak pelanggaran HAM. Tapi dia mengingkari Nawacitanya dengan memberikan impunitas bagi penjahat HAM, serta mengingkari janji penyelesaian kasus pelanggaran HAM.

Nganti wani (sampai berani) nemui anaknya Wiji Tukul, Fajar Merah dan berjanji, tapi kemudian diingkarinya. Jadi antara yang diomongkan sama yang dilakukan berbeda dan itu menyakiti semua,” katanya.

• Baca: Demokrat Jatim: Wis Wayahe Prabowo Presiden!

Sedihnya lagi, HAM selalu dijadikan komiditi politik untuk maju di Pilpres. “2014 itu ada SBY, Gita Wirjawan, Anis Baswedan, Prabowo, Jokowi, semuanya pingin ke Omah Munir,” katanya.

Apakah tahun ini ada yang ingin ke Omah Munir? “Ya aku taruh saja teks di Facebook coblos semua. Paling ya mikir: Oh enggak mau (didatangi). Coblos semua itu hak juga kan,” tandasnya.