Biaya Nawa Bhakti 10K, Harun: Murni Swasta, Tak Ada APBD!

Harun Al Rasyid, dana Nawa Bhakti 10K tak ada yang dari OPD Pemprov Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Harun Al Rasyid, dana Nawa Bhakti 10K tak ada yang dari OPD Pemprov Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski memakai nama yang identik dengan 9 program andalan Khofifah-Emil Dardak, Ketua Panitia Nawa Bhakti 10K, Harun Al Rasyid menegaskan event lari 10 kilometer tersebut tidak menggunakan biaya dari Pemprov Jatim maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kami sama sekali tidak punya keinginan untuk minta bantuan kepada jajaran gubernur, kami tidak ada proposal untuk ke sana (Pemprov),” tegasnya saat konferensi pers di Sekretariat Nawa Bhakti 10K, Jl Comal 27 Surabaya, Rabu (10/4/2019).

“Satu proposal pun tidak ada yang ke OPD Pemprov Jatim, dan ini upaya penuh dari panitia bersama dunia usaha. Murni swasta dengan prinsip sama seperti sponsorship, teknik fundraising (penggalangan dana) itu yang kita jalankan,” jelasnya.

Apalagi, tandas Harun, saat Khofifah dilantik semua anggaran sudah digedok, dan kegiatan seperti Nawa Bhakti K10 tidak mungkin didanai dari APBD kalau tidak direncanakan secara matang dari awal.

“Sehingga kami berpesan, memohon kepada Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga), barang kali event ini tahun depan bisa diangkat menjadi agenda tahunan dan mereka bisa merencanakan sejak awal,” katanya.

Adakah upaya menggandeng BUMD untuk menjadi sponsor utama? “Kita yang namanya sponsor utama tidak ada, kita memberikan kesempatan yang sama,” kata politikus Partai Golkar itu.

Sebesar apapun bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak, lanjut Harun, asal demi kepentingan Jatim akan tetap dilakukan bersama-sama.

“Jadi enggak ada yang namanya kerjasama khusus (dengan BUMD), enggak ada, semuanya sama. Kita berikan kesempatan pada masyarakat untuk bersama-sama,” tandasnya.

Kawal Program Khofifah

Ditanya soal motivasi menggelar event ini, Harun menegaskan, semata-mata dilatarbelakangi semangat mantan relawan yang ber-homebase di Jl Progo 5 untuk memperjuangkan dan mengawal program Khofifah-Emil hingga lima tahun ke depan.

“Kalau dulu kita bisa memperjuangkan Ibu menjadi gubernur, sekarang kita harus bisa memperjuangkan dengan mengamankan dan mengawal kemenangan itu,” katanya.

Salah satu caranya dengan membumikan Nawa Bhakti Satya ke masyarakat, karena kepemimpinan Khofifah dinilainya model transformatif. Artinya, kata Harun, semua harus paham, mulai dari jajaran atas, perangkat birokrasi, dunia usaha, stakeholder yang lain hingga masyarakat.

“Jadi kalau sudah paham, misalnya kita mau ke barat, semua ke barat, enggak ada yang ke timur, selatan. Sehingga target untuk menyejahterakan masyarakat Jatim bisa cepat sama-sama kita realisasikan. Itu tujuan kami,” jabarnya.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Pemprov Jatim