Biar Jatim Makin Jos! NU Minta Anwar Sadad Dukung Khofifah

KELUARGA BESAR NU: Khofifah, Halim Iskandar, dan Anwar Sadad di Malam Inagurasi Fatayat NU Jatim Award 2020. | Foto: IST
KELUARGA BESAR NU: Khofifah, Halim Iskandar, dan Anwar Sadad di Malam Inagurasi Fatayat NU Jatim Award 2020. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Marzuki Mustamar meminta Wakil Ketua DPRD Jatim dari Fraksi Partai Gerindra, Anwar Sadad agar mendukung kepemimpinan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Permintaan yang sama juga ditujukan Kiai Marzuki kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri.

Gus Sadad, mugi-mugi (semoga) terus bergandengan tangan kale (dengan) Gus Halim, men-support Ibu Gubernur, supaya Jatim semakin jos! Amin allahumma amin,” kata Kiai Marzuki saat memberi taushiyah pada Malam Inagurasi Fatayat NU Jatim Award 2020 di Hotel Grand Mercure, Surabaya, Senin (28/12/2020).

Dalam acara tersebut, Sadad duduk satu meja dengan Khofifah, Gus Halim, serta Wakil Ketua DPRD Jatim dari Fraksi PKB, Anik Maslachah. Acara juga dihadiri Bupati Jombang, Mundjidah Wahab.

Di luar konteks taushiyah Kiai Marzuki, selama ini Sadad yang masih keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri Pasuruan memang terlihat sebagai anggota DPRD Jatim yang paling vokal dan rajin mengkritisi duet kepemimpinan Khofifah-Emil Dardak.

Termasuk baru-baru ini, Sadad menyebut Jatim masih tertinggal dari provinsi lain menuju dua tahun kepemimpinan Khofifah-Emil, 13 Februari 2020 mendatang, utamanya soal progresivitas pembangunan.

Tak hanya meminta mendukung kepemimpinan Khofifah, Kiai Marzuki juga meminta Sadad dan hadirin agar jangan sampai menyakiti hati perempuan.

“Mas Sadad, sejahterakan perempuan, nggih. Ayemno (bikin tenteram) perempuan. Ojo digawe susah, ojo digawe loro ati (jangan dibuat susah atau sakit hati),” katanya.

Sebab kalau kaum perempuan baik, entah sebagai anak, perawat, istri, maupun ibu, maka mereka senantiasa tenang, damai, sejahtera. Mentalnya bagus, tidak mengalami depresi, minder dan seterusnya, maka ke depan generasi akan baik pula.

“Generasi itu berkualitas atau tidak, bukan saya, Mas Sadad, atau Gus Halim yang lebih dominan menentukan itu, tapi istri kita, kaum perempuan,” tutur Kiai Marzuki.

Insyaallah kalau kaum perempuan, utamanya istri kita hidupnya damai, ayem, tenteram, bahagia, sejahtera, tidak pernah sakit hati, maka dia akan all-out membimbing anak,” tandasnya.

Dengan bimbingan sepenuh hati dari ibu yang baik, maka potensi anak akan terus berkembang, baik perkembangan fisik maupun intelektualnya.

Apresiasi Anggota Biasa

PENYERAHAN HADIAH: KH Marzuki Mustamar, serahkan hadiah di Malam Inagurasi Fatayat NU Jatim Award 2020. | Foto: IST
PENYERAHAN HADIAH: KH Marzuki Mustamar, serahkan hadiah di Malam Inagurasi Fatayat NU Jatim Award 2020. | Foto: IST

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Marzuki juga meminta Fatayat NU agar dalam even penghargaan selanjutnya bukan hanya pengurus yang diberi apresiasi.

“Barangkali ada warga Fatayat NU dan memang dia punya kartu anggota. Meskipun bukan pengurus, dia juga luar biasa menjalankan amanah dan tanggung jawabnya,” katanya.

Misalnya ada anggota Fatayat NU yang suaminya sudah wafat dan anaknya banyak, tapi sukses mengantarkan anak-anaknya menjadi hafidz al Qur’an, dokter, doktor, hafal kitab-kitab, dan sebagainya.

“Nah, meskipun anggota biasa Fatayat NU, tapi sukses mengantarkan anak, saya kira juga perlu diapresiasi,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Khofifah, Anwar Sadad