Mendes Halim Iskandar: Fatayat NU Jatim Keren Banget!

FATAYAT AWARD: Halim Iskandar memberikan hadiah pada Malam Inagurasi Fatayat NU Jatim Award 2020. | Foto: IST
FATAYAT AWARD: Halim Iskandar memberikan hadiah pada Malam Inagurasi Fatayat NU Jatim Award 2020. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menilai Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jatim mengalami perkembangan luar biasa dan semakin keren.

“Saya tidak akan panjang-panjang. Pertama, saya hanya bisa bilang Fatayat NU Jatim keren banget,” kata Halim yang akrab disapa Gus Menteri saat menghadiri Malam Inagurasi Fatayat NU Jatim Award 2020 di Hotel Grand Mercure, Surabaya, Senin (28/12/2020).

Selain Halim, hadir sejumlah pejabat dan tokoh dalam acara tersebut, yakni Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad dan Anik Maslachah; Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, serta Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar.

Halim mengaku senang hadir di acara Fatayat NU Jatim, karena ada perkembangan bangus dan luar biasa dalam event yang digelar. Menurutnya: Betul-betul menerapkan prinsip al muhafadhotu ‘ala qodimis sholih, wal akhdzu bil jadidil ashlah.

“Jadi tetap tradisi-tradisi lama yag bagus dipertahankan, tingkepan, lagu-lagunya, tapi tampilannya berbeda, tata acaranya juga keren,” kata Halim.

Begitu juga pembacaan Al Qur’an dari sari tilawah yang dibuat terbalik. “Tadi saya rasani dengan Pak Anwar Sadad: Wah ini keren, jadi sari tilawahnya dulu baru ayat suci Al Qur’annya,” ucapnya.

Menurut Halim, pola baru tersebut memberikan gambaran awal isi dari ayat atau surat yang dibaca baru kemudian ayatnya. “Ini keren, perlu diteruskan oleh Fatayat NU Jatim dan saya juga bangga,” katanya.

Ajak Atasi Stunting

Berikutnya, Halim mengajak Fatayat NU Jatim sebagai Badan Otonom (Banom) perempuan muda NU yang punya jaringan hingga ke pelosok desa untuk membantu pemerintah mengatasi masalah stunting.

“Permasalahan kita hari ini secara nasional adalah stunting, dan kunci stunting itu adalah 1.000 hari kehidupan pertama,” katanya.

“Sehingga kalau hari ini Fatayat NU melakukan tingkepan bersama, meskipun ini adalah representasi dari para ibu hamil se-Jatim, menurut saya perlu ditangani secara serius oleh Fatayat NU,” sambungnya.

Apalagi, kata Halim, hal itu tidak membutuhkan angaran besar bagi Fatayat NU, karena dana desa bisa digunakan untuk men-support kebutuhan gizi para ibu hamil.

Sehingga, tinggal bagaimana Fatayat ini di tiap-tiap desa melakukan konsolidasi, identifikasi terhadap ibu hamil, kemudian keluarga yang kurang mampu di-support dana desa, karena hal itu menjadi perioritas utama.

“Kami berharap dukungan dari Fatayat NU, utamanya Fatayat NU Jatim yang hari ini semakin keren di hadapan kita semua,” tuntas Halim.

» Baca Berita Terkait Fatayat NU