Bangun Industri Sepak Bola di Jatim, Gus Hans Jajaki La Liga

Pertemuan khusus Gus Hans (tengah) dengan Ivan Codina (kanan) dan Rodrigo G Abad di Malaysia. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Pertemuan Gus Hans (tengah) dengan Ivan Codina (kanan) dan RG Abad di Malaysia. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak sekadar menggagas Surabaya menjadi Kota Football Friendly, tokoh muda Surabaya yang namanya sedang mocer, KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans juga sedang berupaya membangun industri sepak bola di Jawa Timur.

Langkah awal bahan sudah dimulai, yakni merajut jaringan internasional lewat penjajakan kerja sama dengan pihak La Liga Spanyol di sela World Football Summit (WFS) Asia di Sunway Convention Center, Kuala Lumpur, Malaysia, 29-30 Maret lalu.

Secara khusus, Gus Hans menggelar pertemuan dengan Managing Director of La Liga Southeast Asia, Japan and South Korea, Ivan Codina serta La Liga Global Network Delegate Indonesia, Rodrigo Gallego Abad.

Ditanya terkait tindak lanjut dari pertemuannya dengan pihak La Liga, Gus Hans menuturkan semuanya sedang berproses. “Akan ditindaklanjuti kedua belah pihak dengan saling mengunjungi,” katanya di Surabaya, Jumat (10/5/2019) sore.

Dari situ akan dipaparkan mengenai profil, program, ide, serta masukan berharga untuk Jatim. Tapi gambaran besarnya yakni mempersiapkan Jatim sebagai provinsi yang tak hanya layak dan ramah sepak bola, tapi juga profesional.

“Mereka menunggu kita untuk datang ke Spanyol, dan akan dikenalkan dengan klub-klub di sana. Mereka menaggap kita menjadi bagian dari keluarga yang akan dipertemukan di Madrid, markasnya,” jelas wakil rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang tersebut.

Dalam pertemuannya dengan pihak La Liga, Gus Hans menyebut banyak hal yang dibicarakan. Di antaranya wacana untuk membangun stadion bertaraf internasional dan homebase bagi tim-tim di Jatim.

“Tim yang baik itu kan yang mempunyai fasilitas memadai, dan La Liga menyambut ini sebagai satu kesempatan yang sangat berharga untuk mereka,” katanya.

Harapannya, program yang akan dibuat nanti tidak hanya bicara soal infrastruktur, tapi juga coaching, serta membangun passion terhadap sepak bola yang baik khususnya di Jatim.

“Apalagi dia memang sudah menargetkan Indonesia, karena viewers La Liga di sini sangat besar menurut statistik mereka, puluhan juta yang menyaksikan siaran langung di Indonesia. Fans base La Liga di Jatim juga tinggi,” sambungnya.

Gus Hans juga memberikan gambaran kepada pihak La Liga dan menjajaki untuk bisa kerja sama jangka pendek dan menengah, khususnya dalam memberikan masukan atau strategi manajemen program.

“La Liga ini kan bukan cuma di Spanyol saja tapi dunia dan jaringannya begitu luas. Semoga bisa kita bawa ke Jatim melalui pembicaraan awal ini, dan nanti akan ditindaklanjuti kedua belah pihak dengan saling mengunjungi,” katanya.

Sambut Inpres No 3

Ivan Codina (kiri) sambut baik Gus Hans dan secara khusus mengundang ke Spanyol. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Ivan Codina (kiri) sambut baik Gus Hans dan secara khusus mengundang ke Spanyol. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

Lagi pula, pengembangan industri sepak bola di Jatim ini juga terkait erat dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional yang dikeluarkan 25 Januari 2019.

Salah satu isinya, mengimbau, memerintahkan dan mendorong kepala daerah, BUMN dan kementerian untuk mendukung program percepatan pembangunan sepak bola nasional.

“Nanti akan kita sampaikan ke Pemprov Jatim, dalam hal ini gubernur, dilanjut mengunjungi La Liga. Lalu La Liga akan ke Surabaya untuk memaparkan, memperkenalkan, dan memberikan masukan kira-kira apa yang cocok sesuai kebutuhan Jatim saat ini dan masa depan,” paparnya.•

» Baca Berita Terkait Gus Hans