Bangkalan Jadi Zona Oranye, Ra Nasih Beber Fakta Lain!

BANGKALAN BALUM AMAN?: Ra Nasih, orang-orang meninggal di Bangkalan dengan ciri-ciri Covid-19 terus bertambah. | Foto: Barometerjatim.com/IST
BALUM AMAN: Ra Nasih, orang-orang meninggal di Bangkalan dengan ciri-ciri Covid-19 terus bertambah. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sekitar 14 hari ditetapkan sebagai zona merah, sejak Selasa (29/6/2021) kemarin Kabupaten Bangkalan — dua daerah lainnya yakni Ngawi dan Ponorogo — beralih status menjadi zona oranye. Kini zona merah bergeser ke Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Kota Madiun.

Namun Tokoh Madura yang juga Anggota Komisi C DPRD Jatim dari Fraksi Partai Nasdem, RKH Mohammad Nasih Aschal alias Ra Nasih membeber fakta lain, kalau sebenarnya kondisi di Bangkalan masih sangat mengkhawatirkan dari Covid-19.

“Status oranye yang ada di Kabupaten Bangkalan kalau hanya dilihat dari ketersediaan BOR (Bed Occupancy Rate), saya kira bisa saja terjadi penurunan kasus Covid-19,” katanya, Rabu (30/6/2021).

Tetapi bahwa fakta di lapangan, papar Ra Nasih, orang-orang yang meninggal dengan ciri-ciri Covid-19 terus bertambah. Termasuk di antaranya orang-orang sakit dengan gejala yang mirip Covid-19 juga tidak sedikit.

Sebab, di Bangkalan, Covid-19 menjadi momok paling menakutkan sehingga banyak masyarakat yang ketika sakit tidak mau memeriksakan diri ke rumah sakit, dokter, klinik, dan lainnya.

“Ini perlu saya suarakan, agar penetapan status oranye berbanding lurus dengan apa yang dilakukan sebagai ikhtiar dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 di Bangkalan,” ucapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan itu juga menyampaikan, agar jangan sampai status oranye ini membuat semua pihak lengah.

“Pemerintah dalam hal ini, apakah kabupaten, terutama Pemprov Jatim dan pemerintah pusat, harus bisa terus memberikan perhatiannya kepada Kabupaten Bangkalan,” katanya.

Status oranye, uja Ra Nasih, bukan berarti Bangkalan aman dan tidak ada masalah dengan Covid-19. Justru, realitas yang ada di bawah, kasus orang meninggal dengan ciri-ciri Covid-19 terus bertambah setiap hari.

“Jadi itu ingin saya sikapi sekaligus berharap kepada pemerintah, dalam hal ini pemerintah provinsi terutama pemerintah pusat, agar benar-benar seriuslah terhadap penanganan Covid-19 yang ada di Bangkalan,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona