BPWS Bubar! Ra Nasih Harap Investor Tetap Masuk Madura

PEMBANGUNAN MADURA: Nasih Aschal, pertanyakan pengembangan pembangunan di Madura pasca BPWS dibubarkan. | Foto: IST
PEMBANGUNAN MADURA: Nasih Aschal, pertanyakan pengembangan pembangunan di Madura pasca BPWS dibubarkan. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 tahun 2020, Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) resmi dibubarkan. Namun pembubaran ini juga menimbulkan pertanyaan terkait pengembangan pembangunan di Madura.

“Pasca dinonaktifkannya BPWS ini juga menjadi sesuatu yang sekarang ini selalu dipertanyakan. Ke mana kira-kira pemerintah akan membangun Madura? Bagaimana pemerintah akan membangun Madura?” kata Anggota Komisi C DPRD Jatim dari Fraksi Partai Nasdem, RKH Mohammad Nasih Aschal, Selasa (12/1/2021).

Politikus yang juga pengasuh Ponpes Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan itu berharap, pengembangan pembangunan di Madura pasca pembubaran BPWS tetap diseriusi pemerintah.

“Termasuk juga bahwa keterlibatan pihak ketiga, dalam hal ini bagaimana Madura juga bisa diberikan ruang bagi investor-investor untuk masuk,” ujarnya.

Masuknya investor, tandas Ra Nasih, menjadi sesuatu yang sangat menentukan bagi pembangunan yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat Madura.

Secara keseluruhan, Ra Nasih melihat sebenarnya program-program dari pemerintah, baik pusat maupun provinsi, termasuk di masing-masing kabupaten sudah menampakkan keseriusannya untuk memberikan dampak kepada kesejahteraan masyarakat.

“Tetapi, sampai hari ini memang secara umum masyarakat masih belum bisa menikmati nikmatnya pembangunan itu,” katanya.

Hal itu terjadi, lanjut Ra Nasih, karena masih ada berbagai macam persoalan, terutama ketika musim kemarau yakni terkait persoalan perairan.

“Kemudian juga akses jalan, fasilitas jalan yang juga sampai hari ini masyarakat masih mengeluhkan tentang itu. Di Madura memang belum begitu nampak, terutama bagaimana perhatian pemerintah pusat,” ujar Ra Nasih.

“Tetapi paling tidak, keterwakilan masyarakat melalui legislatif yang berangkat dari Dapil Madura, khususnya dari jalur Partai Nasdem, memang selalu menjadi semacam rujukan bagi masyarakat,” sambungnya.

Karena itu, Ra Nasih dan juga anggota dewan lain khusunya dari Madura akan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Terlebih, problem di Madura tak hanya bisa diselesaikan lewat satu dua program saja.

“Tetapi aspirasi secara keseluruhan itu juga harus bisa mendapatkan keseriusan perhatian, tentu melalui regulasi undang-undang dan seterusnya yang secara khusus Madura harus dibahas,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait DPRD Jatim