Machfud Tertinggal, Delapan Parpol Tak Beri Efek Signifikan!

PILWALI SURABAYA: Elektabilitas Eri Cahyadi ungguli Machfud Arifin dalam survei Populi Center. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Elektabilitas Eri Cahyadi ungguli Machfud Arifin dalam survei Populi Center. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Peneliti lembaga survei Populi Center, Jefri Adriansyah mengaku kaget dengan lonjakan elektabilitas Eri Cahyadi-Armuji. Mengingat waktu kemunculan duet ini terbilang pendek. Sebaliknya, Machfud Arifin-Mujiman sudah jauh hari menggeber sosialisasi.

“Saya cukup kaget, karena suara Eri-Armuji bisa mengimbangi Pak Machfud yang sejak Januari sudah melakukan laras maju Pilwali Surabaya,” katanya saat rilis hasil survei Populi Center terkait Pilwali Surabaya, Jumat (30/10/2020).

Tak hanya itu, lanjut Jefri, delapan partai yang ‘diborong’ Machfud-Mujiaman — Golkar, PKB, PKS, Gerindra, Nasdem, Demokrat, PAN, dan PPP — ternyata tak memberi dampak signifikan.

“Banyaknya partai yang mengusung Pak Machfud tak memberikan efek yang signifikan,” tandasnya.

Sebaliknya, lanjut Jefri, tingginya pemilih yang terpikat dengan Eri-Armuji karena masyarakat menginginkan calon berlatar belakang birokrat (21,2 persen), disusul akademisi (13,2 persen), dan politisi (12,8 persen).

“Jika dilihat dari preferensi pemilih masyarakat ini, sangat tidak mengherankan jika Eri-Armuji unggul. Sebab latar belakang Eri-Armuji masuk dalam tiga besar yang diinginkan masyarakat,” katanya.

“Kesuksesan Bu Risma yang miliki latar belakang birokrat akan berpengaruh pada pemilih Pilkada kali ini, dan Mas Eri memiliki latar belakang birokrat,” tandas Jefri.

Seperti diberitakan, survei Populi Center yang dilakukan pada rentang waktu 6 hingga 13 Oktober 2020, menunjukkan Eri-Armuji mencatat elektabilitas 41,0 persen, mengungguli Machfud-Mujiaman 37,7 persen, dan 21,3 persen tidak menjawab.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya