Awas Balik Arah! Machfud Arifin Harus Pingit 8 Parpol Pengusung

PILWALI SURABAYA: Mochtar W Oetomo, Parpol pendukung Machfud Arifin masih bisa berubah arah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Mochtar W Oetomo, Parpol pengusung Machfud Arifin masih bisa berubah arah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Delapan Parpol siap mengusung Machfud Arifin (MA) di Pilwali Surabaya 2020, 9 Desember mendatang. Mereka yakni PKB (5 kursi), PPP (1), Nasdem (3), Golkar (5), Demokrat (4), PAN (3), Gerindra (5) dan terakhir PKS (5).

Mungkinkah kedelapan Parpol tersebut tidak berubah arah, berubah haluan mengusung bakal calon lain atau membentuk poros baru di detik-detik akhir jelang pendaftaran ke KPU Surabaya?

Politik sangat dinamis, segala sesuatunya bisa saja terjadi. Demikian perspektif Pengamat Politik Mochtar W Oetomo. Artinya, bisa saja kedelapan Parpol berbalik arah, membentuk kekuatan sendiri atau memunculkan alternatif baru.

“Istilahnya sebelum janur melengkung, sebelum pendaftaran resmi di KPU, segala kemungkinan dalam politik itu bisa saja terjadi,” tandas pengamat yang juga Dirut Surabaya Survey Center (SSC) tersebut kepada wartawan, Jumat (24/7/2020).

Perubahan-perubahan sikap dalam politik, bagi Mochtar, adalah sesuatu yang sangat wajar, sesuatu yang sangat dinamis.

“Makanya, kalau dalam istilah pengantin Jawa dahulu itu, pengantinnya harus dipingit, supaya janur tetap bisa melengkung,” ucapnya.

“Pak Machfud harus bisa ‘mingit’ partai-partai pengusungnya agar tidak berubah haluan. Itu kan tentu ada trik-triknya tersendiri, ada strateginya tersendiri.”

Lagi pula, sampai saat ini Mochtar melihat belum ada satu pun Parpol yang benar-benar resmi mengeluarkan rekomendasinya untuk Machfud.

“Setahu saya sampai hari ini belum, mungkin dalam bentuk surat tugas atau apa. Itu kan arahnya masih memungkinkan sekali segala sesuatunya,” katanya.

Meski demikian, Mochtar yang juga dosen S2 di Unitomo Surabaya melihat Pilwali Surabaya 2020 akan menyuguhkan big match alias laga akbar antara Machfud versus calon yang diusung PDIP.

“Ya sepertinya memang akan terjadi big match antara Pak Machfud dengan calon dari PDIP. Kalaupun nanti independen lolos, tidak akan terlalu memberi pengaruh signifikan. Pertarungan nyata masih akan terjadi antara dua kekuatan ini,” paparnya.

Tapi, sekali lagi, tegas Mochtar, perkembangan politik selalu dinamis, dari detik ke detik, apalagi pendaftaran masih September mendatang. “Jadi segala sesuatu masih saja mungkin terjadi,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya