Armuji Cium ‘Aroma Tak Sedap’ soal Perizinan di Pemkot

Armuji (kanan) dan Tri Rismaharini, saatnya Pemkot Surabaya berbenah soal perizinan. | Foto: Ist
Armuji (kanan) dan Tri Rismaharini, saatnya Pemkot Surabaya berbenah soal perizinan. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak hanya mencurigai anak pejabat bermain perizinan dalam pembangunan basement Rumah Sakit (RS) Siloam. Ketua DPRD Surabaya, Armuji juga mencium ‘aroma tak sedap’ dalam proses perizinan di Pemerintah Kota (Pemkot) terkait investasi di Kota Pahlawan.

Karena itu, menurut Armuji, tragedi Jalan Gubeng ambles yang diduga kuat akibat pengembangan RS Siloam, seyogyanya menjadi moment bagi Pemkot yang dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini untuk berbenah, melakukan evaluasi terkait dugaan permainan perizinan.

“Hal-hal semacam inilah, yang tentunya perlu menjadi suatu evaluasi bagi Pemkot. Ya tentunya investasi di Surabaya itu, izinnya itu ya jangan terlalu lama. Tapi jangan dibikin lama kalau memang sesuai prosedur dan administrasi,” katanya di sela meninjau lokasi Jalan Raya Gubeng ambles, Rabu (19/12).

Namun, lanjut Armuji, banyak orang mengeluh lantaran sudah prosedural dalam mengurus perizinan tapi dibikin lama. Sebaliknya, ada yang tidak melalui prosedur dan administratif tapi dibikin cepat. Menurutnya, ini tidak fair.

“Inilah yang tentunya perlu ada satu kajian kembali. Pemkot harus introspeksi terhadap hal-hal seperti ini. Kejadian ini (jalan ambles) sangat memalukan bagi kota sebesar Surabaya. Kenapa sampai teledor,” ujarnya.

Jadi pemberi izin ini harus ditelisik betul? “Ya, sejauh mana. Karena ini informasi yang saya terima, memang ada arah, indikasi ke sana (permainan). Kita bukan menuduh, tapi orang-orang sudah banyak ngomong seperti itu,” tuturnya.

Saat ditanya, berapa lama lumrahnya proses perizinan hingga selesai, politikus PDI Perjuangan itu menuturkan, tentu kalau sesuai prosedur jangan dibikin lama di Pemkot. Kalau sesuai persyaratan yang ada, paling tidak lima bulan selesai.

“Tapi ada yang sudah sesuai persyaratan, sesuai prosedur, mereka dibikin lama sampai tahunan. Ini mereka berkeluh kesah, karena tidak ada kenalan di dalam, tidak ada yang membawa (pengajuan) izin dengan kekuatan preassure dan segala macamnya,” katanya.

Setelah kejadian jalan ambles, lantas hal paling mendesak yang harus dilakukan? Menurut Armuji adalah pengusutan. Mulai dari bagaimana proses perizinannya, kapan dimasukkan, keluarnya kapan, termasuk tim ABG (Ahli Bangunan Gedung) yang mempunyai kewenangan penuh dalam hal konstruksi.

“Tim ABG ini diketuai Pak Muji (Irmawan), yang bisa menghitung, merekomendasikan, katakan dimana yang bisa dipakai basement dengan kedalaman sekian, konstruksi ini, itungannya seperti ini, ini tim ABG yang meloloskan,” ucapnya.•

» Baca Berita Terkait Gubeng Ambles