Ada Anak Pejabat ‘Main’ Izin Proyek, Whisnu Bantah Armuji

BANTAH ARMUJI: Whisnu Sakti Buana (kanan) bantah pernyataan Armuji terkait kecurigaan ada anak pejabat bermain di proyek RS Siloam. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
BANTAH ARMUJI: Whisnu Sakti Buana (kanan) bantah pernyataan Armuji terkait kecurigaan ada anak pejabat bermain di proyek RS Siloam. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya, Whisnu Sakti Buana membantah pernyataan Ketua DPRD Surabaya, Armuji terkait kecurigaan ada anak pejabat bermain di proyek basement Rumah Sakit (RS) Siloam.

“Kalau perizinan, semuanya sudah benar,” kata Whisnu usai meninjau lokasi Jalan Raya Gubeng ambles, Rabu (19/12).

Pejabat yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu bahkan memastikan, tim Pemkot Surabaya sudah mengecek dan hasilnya tak ada yang salah dengan perizinan.

• Baca: Jalan Gubeng Ambles, Anak Pejabat Dicurigai Main Perizinan

“Sejauh ini, semua perizinannya mulai awal hingga saat ini, tidak ada pelanggaran dan sudah dipenuhi,” tegasnya.

Whisnu menambahkan, bagi Pemkot Surabaya saat ini yang terpenting adalah memulihkan kembali kondisi Jalan Raya Gubeng yang ambles selebar 100 x 30 meter dengan kedalaman 20 meter, Selasa (18/12) malam.

Termasuk memulihkan semua utilitas yang ada di lokasi kejadian. “Supaya jalan bisa kembali normal dan bisa difungsikan kembali. Target pemulihan secepatnya,” ucapnya.

• Baca: 10 Tahun! Risma Gagal Wujudkan Trem di Surabaya

Soal opsi anggaran menggunakan dana APBD dan sebagainya, Wisnu mengaku masih akan melaporkan terlebih dahulu ke Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma).

“Kita ada anggaran dana cadangan untuk bencana seperti ini. Kalau bisa digunakan, kita akan gunakan. Yang paling penting, itu pulih dulu. Perkara lain-lain (termasuk dugaan adanya pemainan izin), itu urusan belakang,” tandasnya.

Semua Syarat Terpenuhi

KEDALAMAN 20 METER: Salah seorang petugas di lokasi Jalan Raya Gubeng yang ambles selebar 100 x 30 meter dengan kedalaman 20 meter. | Foto: IST
KEDALAMAN 20 METER: Salah seorang petugas di lokasi Jalan Raya Gubeng yang ambles selebar 100 x 30 meter dengan kedalaman 20 meter. | Foto: IST

Hal sama dituturkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Surabaya, Eko Agus Supiyadi yang menyebut tak ada yang salah terkait perizinan proyek RS Siloam.

Mulai izin Amdal, dinding penyangga dan tanggul untuk mengantisipasi longsor, hingga kelengkapan dokumen sudah terpenuhi. “Persyaratan pembangunan sudah terpenuhi,” ungkap Eko yang juga di lokasi kejadian.

“Sudah lengkap! Syarat penyangga dinding dan tanggul juga tertuang. Sudah oke. Semua sudah diantisipasi termasuk kemungkinan longsor,” tandasnya.

• Baca: Gaji ke-13 Tak Kunjung Cair, Bambang DH: Risma Tak Peka

Sebelumnya Ketua DPRD Surabaya, Armuji menegarai ada permainan perizinan dalam proyek RS Siloam yang melibatkan anak pejabat di Surabaya, sehingga proyek yang tak beres luput dari pengawasan yang diduga menjadi penyebab amblesnya Jalan Raya Gubeng.

Namun politikus PDIP itu masih enggan menyebut siapa anak pejabat yang dimaksud. “Ya di Kota Surabaya lah. Di kota, di Kota Surabaya. Ini yang harus benar-benar diselidiki,” ucapnya.

Menurut Armuji, soal indikasi anak pejabat main perizinan di RS Siloam sudah menjadi rasan-rasan di internal Pemkot Surabaya. “Ini harus diusut tuntas! Ini mencelakakan dan merugikan warga Kota Surabaya,” katanya.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya, Gubeng Ambles