Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Ansor Surabaya Reaksi Balik Cak Anam: Itu Bukan Premanisme, tapi Menjaga Martabat Organisasi!

Berita Terkait

COPOTI LOGO: Banser copoti logo di jaket doreng bertuliskan IKA Ansor-Banser. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
COPOTI LOGO: Banser copoti logo di jaket doreng bertuliskan IKA Ansor-Banser. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Surabaya, HM Faridz Afif mereaksi balik rekasi keras Choirul Anam yang menyebut tindakan Banser Surabaya membubarkan deklarasi Ikatan Alumni (IKA) Ansor Jatim sebagai bentuk premanisme.

“Itu bukan premanisme, tapi manjaga martabat organisasi kami. Kenapa kok begitu? Karena sudah dinodai doreng Banser kami dan logo yang bukan Banser, nah ini penodaan, bukan premanisme. Ini menjaga organisasi tercinta kami, sejalan sesuai rule organisasi,” katanya, Sabtu (18/6/2022).

Sebelumnya, Choirul Anam alias Cak Anam yang merupakan tokoh Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah (PPKN) dan mantan Ketua PW GP Ansor Jatim, menyebut pembubaran itu sebagai bentuk premanisme.

“Itu premanisme! Jadi Banser preman! Tindakan premanisme Banser ini sudah tidak beretika, tidak bermoral, dan melanggar aturan,” katanya, sesaat usai pembubaran deklarasi IKA Ansor Jatim, Jumat (17/6/2022).

Afif juga menegaskan, Banser tidak pernah mempersoalkan acaranya, kegiatannya, dan kumpul-kumpulnya. Tapi ketika sudah mencatat nama Ansor-Banser, apalagi dengan nama IKA GP Ansor, maka itu membuat resah.

“Karena di dalam PD/PRT (Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga) dan Peraturan Organisasi (PO) di Ansor enggak ada nama IKA GP Ansor dan Banser,” katanya.

Selain itu, tandas Afif, peserta deklarasi memakai atribut Banser tapi logonya diganti. Dorengnya Banser tapi logonya diganti. “Ya itu yang membuat kita akhirnya marah dan kita terpaksa membubarkan acara itu,” jelasnya.

Apakah Ansor Surabaya akan menempuh langkah hukum? Afif masih akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Pusat (PP).

“Jika ada perintah dari PP ataukah ada perintah dari PW ya akan kita laporkan, karena di Ansor itu satu komando. Kita rapat dulu, rembuk dulu,” katanya.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Afif merminta tak ada lagi upaya pembentukan alumni Ansor, karena memang dalam PD/PRT maupun PO tidak dikenal istilah tersebut.

“Karena pasca dari Ansor-Banser, silakan berkhidmat ke Nahdlatul Ulama (NU), karena NU ini wadahnya seluruh kader yang sudah selesai di Badan Otonom (Banom). Jadi marilah khidmat dan berjuang ke NU, bukan malah membuat alumni lagi, ndak ada alumni,” ucapnya.

» Baca berita terkait GP Ansor. Baca juga tulisan terukur lainnya Rofiq Kurdi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -