Selasa, 06 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Air PDAM Keruh, DPRD Surabaya Respons Cepat Keluhan Warga

Berita Terkait

RESPONS ADUAN: Reni Astuti (kiri), turun ke masyarakat respons aduan soal air PDAM keruh. | Foto: Barometerjatim.com/IST
RESPONS ADUAN: Reni Astuti (kiri), turun ke masyarakat respons aduan soal air PDAM keruh. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti merespons cepat keluhan warga terkait aduan keruhnya air PDAM dengan turun langsung ke lokasi.

Di hadapan Reni, Sunarsih, salah seorang warga Darmorejo RT VII/RW IV mengatakan, air PDAM yang digunakan keruh berwarna kecoklatan sehingga tak layak digunakan.

“Kalau mengalir pagi keruh, kalau siang lumayan jernih, tapi sore juga keluar lagi (keruh), kalau malam iya juga (keruh),” keluh Sunarsih, Senin (9/5/2022).

Keluhan serupa disampaikan Budiono, warga lainnya. Dia menceritakan, awalnya air tercium bau kaporit namun warnanya tidak keruh. Tak lama, air berubah warna dan menjadi keruh sementara bau kaporit berangsur hilang.

“Hal serupa juga dialami warga lain di wilayah Jagir, jadi mohon dibantu,” ucap Budiono.

Dia juga menyampaikan terima kasih dengan DPRD Surabaya karena sudah memperhatikan warga. ”Masyarakat berharap persoalan di kampung ini dapat teratasi, sehingga bisa mendapat air layak konsumsi dan tidak lagi kotor,” papar Budiono.

Menanggapi keluhan tersebut, Reni Astuti menyebut sudah melaporkan ke PDAM Surya Sembada. Dia juga tak henti-hentinya memberikan masukan dan melaporkan kepada PDAM, hanya saja belum ada tindak lanjut.

”Mengetahui hal ini, saya langsung menyambangi kediaman warga di daerah Darmorejo,” ujar legislator asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) itu.

Menurut Reni, keruhnya air PDAM tersebut cukup aneh dan mengagetkan. Sebab, wilayah perkampungan di Darmorejo cukup dekat dengan instalasi pengolahan air PDAM di wilayah Ngagel.

“Saya kira ini menjadi masukan ya, minta tolong pihak PDAM ini bisa segera dicek, ini problemnya apa?” ujar Reni.

Dari pendampingan yang dilakukan, Reni menemukam kotoran berupa partikel-partikel kecil di dalam air. Kotoran itu mengambang dan membuat semakin keruh.

”Air merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat. Kualitas air yang demikian dikhawatirkan dapat berdampak kepada kesehatan warga,” paparnya.

Di sisi lain, Reni menyebut layanan PDAM semakin luas dan cukup bagus. Namun kondisi itu harus selaras dengan peningkatan kualitas air.

”Memang tidak semua tempat di Surabaya kualitas (airnya) kotor seperti ini. Tapi untuk di wilayah RT sini dengan jumlah warga banyak,” kata Reni.

“Apalagi ada anak-anak, ada kebutuhan ibu-ibu. Secara ekonomis juga, misalkan beli (air) untuk cuci-cuci sayur itu juga jadi nambah beban ekonomi warga,” imbuhnya.

» Baca berita terkait DPRD Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -