Turun! Ekspor Lamongan dari 9 Unit Industri Kecil Jadi Rp 43,7 M

KUNJUNGI UMKM: Khofifah bersama Yuhronur kunjungi salah satu UMKM kerajinan di Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
KUNJUNGI UMKM: Khofifah bersama Yuhronur kunjungi salah satu UMKM kerajinan di Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Situasi pandemi Corona (Covid-19) membuat nilai ekspor Kabupaten Lamongan dari sembilan unit industri kecil pada 2020 turun menjadi 43,742 miliar dibandingkan pada 2019 yang mencapai Rp 55,721 miliar.

Ke-9 unit industri kecil tersebut yakni pupuk, snack, sarung tenun ikat, anyaman bambu, konveksi, lobster dan kerapu, serta arang dan olahan jagung.

“Penurunan nilai ekspor tahun 2020 dikarenakan pandemi Covid-19,” kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat mendampingi Gubernur Jatim, Khofifah mengunjungi salah satu UMKM kerajinan tangan RnD Handycraft di Jalan Sunan Kalijaga Lamongan, Sabtu (6/3/2021).

“Karenanya, tahun 2021 kami berusaha untuk membangkitkan kembali UMKM di Kabupaten Lamongan melalui gerakan Ayo Beli Produk Lamongan yang telah kami launching beberapa waktu yang lalu,” sambungnya.

Sementara itu Khofifah dalam kunjungannya, memberikan sejumlah saran terkait produktivitas UMKM agar tetap berjalan di tengah pandemi, di antaranya dengan mengikuti UMKM Virtual Expo.

Lewat expo yang inisiasi Bank Indonesia (BI) tersebut, kata Khofifah, pelaku UMKM dapat mengakses lebih luas dan produktif, sehingga mampu memberikan peningkatan pendapatan di tengah pandemi Covid-19.

“Saya sarankan para pelaku UMKM untuk mengikuti pameran ini, dalam satu tahun bisa dua kali. Setelah ini bisa diidentifikasi apa saja produk-produk Lamongan yang bisa diikutkan,” ujarnya.

UMKM Virtual Expo, lanjut Khofifah, merupakan terobosan baru dalam membangun akses pasar bagi seluruh produk UMKM dari Jatim ke pasar luar negeri.

Terbantu Dalam Pemasaran

Pasar UMKM, tutur gubernur yang juga ketua PP Muslimat NU tersebut, akan terbantu dengan membuka pintu dan ruang baru dalam memasarkan hasil produksinya.

“Pak Bupati mengutus siapa begitu, perwakilan ke sana untuk nantinya produk-produk UMKM ini bisa ikut pameran BI. Bisa sampai luar negeri, nanti BI yang akan mencarikan pasarnya,” katanya.

Khofifah menambahkan, selama ini UMKM tidak mengetahui jalan menuju pasar global tersebut. Karena itu, peran BI melalui UMKM Virtual Expo bisa membangun akses diaspora Indonesia di luar negeri.

“Semua produk, seperti souvenir dari daerah agar dapat dikembangkan lewat BI. Nanti BI yg akan mecarikan sendiri ke arah mana barang itu akan dipasarkan,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Lamongan