Tiga Kali Ditemui Politikus PDIP, Mahasiswa Tak Puas!

KEMBALI KE JALAN: Puluhan ribu mahasiswa menggelar aksi di depan Gedung DPR Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
KEMBALI KE JALAN: Puluhan ribu mahasiswa gelar aksi di depan Gedung DPR Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua sementara DPRD Jatim, Kusnadi harus bolak-balik keluar gedung untuk menemui puluhan ribu mahasiswa yang menggelar aksi di Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis (26/9/2019).

Namun apa yang disampaikan Kusnadi tak memuaskan para pendemo yang membawa tuntutan menolak revisi UU KPK, RKUHP, serta beberapa UU bermasalah lainnya dan meminta segera disahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) tersebut.

Apalagi, Kusnadi yang juga ketua DPD PDIP Jatim berbicara atas nama pribadi, bukan sebagai anggota dewan.

“Tuntutan saudara-saudara itu tidak semuanya menolak, ingat lho ya. Yang kedua mendesak pemerintah menerbitkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) UU KPK,” tegasnya didampingi politikus Partai Golkar, Sahat Tua Simanjuntak.

Kusnadi menandaskan, dirinya juga ikut mendesak pemerintah untuk menolak RKUHP. “Ya kan sudah ditolak! Terima kasih, mohon semuanya dimengerti,” katanya.

Tapi jawaban Kusnadi ini tak memuaskan para pendemo karena dinilai tidak tegas! Tidak berani menolak revisi UU KPK dan RKUHP serta sejumlah UU kontroversi lainnya.

Apa yang disampaikan Kusnadi ini bukan yang pertama. Rabu (25/9/2019) kemarin, dia juga menyampaikan hal yang sama di hadapan para pendemo.

Sementara hari ini, dia bahkan sampai tiga kali keluar gedung untuk menemui pendemo. Pertama, menemui massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang lebih dulu datang.

Kedua, menemui kelompok pendemo yang berada di pintu timur gedung dewan, dan yang ketiga menemui mahasiswa yang berada di pintu tengah gedung dewan pada sore harinya.

“Itu kan tuntutan yang kemarin, sementara saat ini ada banyak elemen aksi yang turun dengan banyak tuntutan,” sahut salah seorang mahasiswa dengan nada kesal, karena tak puas dengan statemen Kusnadi.

Sebelumnya, aksi #SurabayaMenggugat yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai elemen dan kampus se-Surabaya, sempat diwarnai bentrokan, baik dari sesama pendemo maupun dengan aparat kepolisian.

Akibatnya, dua orang yang dinilai provokator diamankan polisi. Tak hanya itu polisi juga mengamankan sebilah kapak dan batu, serta menangkap dua anak di bawah umur yang melempar molotov di sisi barat gedung.

» Baca Berita Terkait JokowiDemo Mahasiswa