Tatap Grahadi, Khofifah Mulai Samakan Frekuensi

SAMAKAN FREKUENSI: Didampingi Bupati Fadeli (kanan) dan Wakil Bupati Kartika Hidayati (kiri), Mensos Khofifah Indar Parawansa menegaskan check sound hampir selesai kini mulai menyamakan frekuensi terkait dorongan maju di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Semua ada ukurannya, semua ada takarannya. Termasuk bagi Mensos Khofifah Indar Parawansa yang didorong banyak pihak untuk maju di Pilgub Jatim 2018. Dorongan tersebut dilandasi, seperti dituturkan Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad: Rakyat Jatim rindu dipimpin gubernur perempuan nan cerdas.

Rupanya Khofifah tak mau terburu-buru, masih banyak waktu sebelum memutuskan running. Meski demikian, ‘check-sound‘ yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir ini hampir selesai sambil mencoba menyamakan ‘frekuensi’.

“Saya waktu itu menyampaikan akan check sound dulu dan hampir selesai. Kini saya mencoba menyamakan frekuensi, sudah dua minggu terakhirlah saya samakan frekuensi,” terang Khofifah saat meninjau pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai di Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Minggu (9/7).

• Baca: Diinginkan Rakyat Jatim, Khofifah Tak Boleh ‘Tutup Mata’

Penyamaan frekuensi, kata Khofifah, perlu dilakukan untuk memuluskan ‘sirkuit’ yang akan dilewati menuju Grahadi — gedung simbol penguasa Jawa Timur. “Jadi kalau check sound selesai dan frekuensi sudah sama, kita kalau mau maju rasanya kok sirkuitnya sudah semakin smooth gitu,” tandasnya.

Sampai kapan penyamaan frekuensi akan dilakukan? Perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu masih enggan memberi jawaban pasti, tapi memberi sinyal terang kalau deklarasi akan dilakukan sebelum Desember 2017.

“Kalau kita buka website KPU, maka Pilbup, Pilwali dan Pilgub untuk pendaftaran kan serentak pada Desember. Kalau memang ini jadi, pastilah sebelum tanggal itu,” tandasnya.

• Baca: Suhandoyo: Khofifah Bisa Diusung PDIP Tanpa Mendaftar

Sementara ketika ditanya soal statement Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang mengklaim telah meminta Presiden Joko Widodo agar tak mengizinkannya maju di Pilgub Jatim 2018, Khofifah hanya tersenyum.

“He, he.. Jadi benar tidaknya itu (klaim Cak Imin), yang disampaikan kepada presiden, ya beliau berdua yang tahu,” katanya.

Pun ketika ditanya terkait Parpol mana yang akan mengusungnya, Khofifah memilih tak menanggapi, hanya menjawab dengan senyuman sambil masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan tugas-tugas Kemensos.