Tasbih Khofifah untuk Tatapan Kosong Pasien RSJ Menur

Khofifah mengalungkan tasbih untuk pasien RSJ Menur Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/marjan
Khofifah mengalungkan tasbih untuk pasien RSJ Menur Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/marjan

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tatapan mata kosong menyambut kehadiran Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya, Selasa (7/5/2019).

Sejurus kemudian, Khofifah mengambil tasbih dan mengalungkannya untuk para pasien RSJ tersebut. Setelahnya, mantan Menteri Sosial itu memeluknya dengan ekspresi haru.

“Kenapa saya memberikan tasbih ini, karena yang saya lihat itu adalah tatapan mata kosong,” kata Khofifah usai menjenguk Wiji Fitriani, penderita gangguang jiwa asal Kediri yang memakan jari sendiri saat kambuh.

Khofifah menuturkan, tasbih merupakan alat yang sangat baik untuk melatih konsentrasi bagi pasien RSJ dengan tatapan mata yang kosong.

“Biasanya, mereka (pasien RSJ) itu memainkan tangan, diputar seperti berzikir. Jika mereka diberi tasbih, akan membantu dan melatih konsentrasi,” katanya.

Perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu berharap, selain proses penyembuhan secara medis, tasbih juga dapat membantu secara spiritual.

“Secara medis terus dilakukan proses untuk penyembuhan, serta secara sosial dilakukan pendampingan. Sedangkan, tasbih lewat jalan lain secara spiritual yang akan membantu proses penyembuhannya,” paparnya.

Di sisi lain, Direktur RSJ Menur Surabaya, Herlin Ferliana menyebut hingga kini belum ada pasien yang mengalami gangguan jiwa akibat gagal di Pemilu 2019 alias Caleg stres.

Beda dengan Pemilu 2014, RSJ Menur sempat menerima beberapa pasien Caleg stres. “Belum ada ya, belum ada yang dirawat, yang menyatakan Caleg itu stres,” tandas Herlin.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, RSJ Menur