Suramadu Gratis, Kalkulasi Negara Bukan Untung Rugi

KALKULASI KESEJAHTERAAN: Joko Widodo ungkap alasan penggratisan tol Jembatan Suramadu. Kalkulasi negara bukan untung rugi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KALKULASI KESEJAHTERAAN: Joko Widodo ungkap alasan penggratisan tol Jembatan Suramadu. Kalkulasi negara bukan untung rugi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Penggratisan tol Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) memicu pro-kontra, karena negara dinilai bisa rugi. Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, kalkulasi negara bukan soal untung rugi melainkan demi kesejahteraan rakyat.

“Kalau perusahaan boleh berhitung untung dan rugi, tapi itungan negara adalah rakyat sejahtera atau tidak, rakyat makmur atau tidak,” kata Jokowi saat menghadiri Apel Siaga Pemenangan Partai Nasdem Jatim di JX International, Surabaya, Minggu (28/10).

“Ini bukan kalkulasi untung dan rugi, kalkulasi negara adalah rasa keadilan. Kalkulasi negara adalah keinginan kita untuk menyejahterakan rakyat, memakmurkan rayat, bukan untung dan rugi,” tegasnya.

• Baca: Jawaban Santai Jokowi soal Isu Komunis: Masa Ada PKI Balita?

Apalagi, tambah Jokowi, angka kemiskinan di Pulau Madura masih sangat tinggi dibanding kabupaten/kota lain di sekitarnya. “Ketimpangannya kelihatan sekali, meskipun saya tahu gubernur, bupati dan seluruh jajarannya telah bekerja keras,” katanya.

Dia mencontohkan tingkat kemiskinan di Sidoarjo, Gresik maupun Surabaya yang di angka 4-6,7 persen, tapi kabupaten di Pulau Madura masih tinggi, 16-24 persen.

“Padahal jaraknya dekat sekali. Inilah yang ingin kita selesaikan, kenapa jembatan Suramadu kita jadikan jembatan umum, bebas hambatan, non tol,” jelasnya.

• Baca: Jokowi: Jangan Dibalik, Justru Tiongkok ‘Antek’ Indonesia

Penggratisan ini, tambah Jokowi, setelah pihaknya merespons keluhan-keluhan yang datang dari tokoh agama maupun masyarakat. Di mulai pada 2015 yang menggratiskan tarif untuk sepeda motor.

Setahun kemudian, tarif untuk roda empat diturunkan hingga 50 persen dari semula Rp 30 ribu menjadi 15 ribu. “Masih lagi, tahun ini memohon agar dibebaskan semuanya, tidak bayar,” katanya.

Penggratisan, menurut Jokowi, karena memang dari itung-itungan ekonomi pemasukannya tidak banyak, tapi dampak ekonomi terhadap Madura juga belum kelihatan. Setelah digratiskan, diharapkan ekonomi di Madura lebih maju dan kesejahteraan masyarakatnya meningkat.