Siapkan Rp 125 M, HKTI Jatim Bangun 25 Ribu RPK

NOTA KESEPAHAMAN: Penandatanganan MoU antara HKTI dengan Perum Bulog Sub Divre V Jawa Timur untuk membangun 25 ribu unit Rumah Pangan Kita (RPK). | Foto: Barometerjatim.com/ ABDILLAH HR

TULUNGAGUNG, Barometerjatim.com – Dewan Pimpinan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim akan membangun 25 ribu unit Rumah Pangan Kita (RPK) di seluruh Jawa Timur. Program pengadaan kios sembako murah ini dibangun atas kerjasama dengan Perum Bulog Sub Divre V Jawa Timur.

“Nilai kerjasama ini sebesar Rp 125 miliar. Ini merupakan langkah nyata HKTI Jatim untuk melakungan penguatan bidang pertanian,” tegas Ketua DPP HKTI Jatim, Ahmad Nawardi seusai pelantikan di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Minggu (7/5).

Pengurus DPP HKTI Jatim 2016-2021 dilantik Ketua DPN HKTI Jenderal (Pur) TNI Moeldoko, dihadiri sejumlah petinggi DPN HKTI dan anggota DPD RI di antaranya I Gede Pasek Sardika serta Ketua Fraksi MPR, Prof Bachtiar Ali.

Nawardi melanjutkan, Kabupaten Madiun dan Tulungagung akan menjadi daerah pertama pembangunan kios murah tersebut. Di wilayah ini HKTI dan Perum Bulog Sub Divre V Jatim akan membangun sebanyak 1.500 unit RPK. Dua daerah ini dipilih karena menjadi daerah pertanian yang paling baik. Sehingga, RPK diharapkan bisa menunjang kesejahteraan di bidang pertanian kawasan ini.

• Baca: Kunker, Mobil Menakertrans Kecelakaan di Sidoarjo

Tak hanya itu, HKTI Jatim juga akan melakukan penguatan pangan melalui program tanam benih unggul melalui varietas benih padi M70 D dan M400. Keduanya merupakan benih unggulan yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan pangan nasioanal.

Benih M70 D memiliki masa panen lebih pendek yakni 70 hari. Jauh dari varietas lama seperti IR 64 yang mencapai 90-100 hari. Sedangkan M400 memiliki bulir lebih banyak. “Jadi petani akan bisa menikmati hasil tanamnya lebih cepat dan banyak. Ini menguntungkan sekali,”katanya.

Untuk dua varietas unggul tersebut, HKTI juga akan membuat proyek percontohan di beberapa wilayah. Di antaranya Tulungagung dan Madiun. Dua wilayah ini dipilih karena memiliki lahan pertanian cukup luas dan produktif.

Di luar itu, pihaknya juga akan terus melakukan penguatan organisasi HKTI hingga ke tingkat desa. Mereka inilah yang akan menjadi motor perubahan bagi para petani untuk lebih produktif. “Hitungan kami, kalau semua pengurus di tingkat desa terbentuk, akan ada 191.450 penggerak. Ini kekuatan yang luar biasa,” tegasnya.

Simbol Nasionalisme

PELANTIKAN: Ketua DPN HKTI Jenderal (Pur) TNI Moeldoko melantik Pengurus DPP HKTI Jatim periode 2016-2021 di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Minggu (7/5). | Foto: Barometerjatim.com/ ABDILLAH HR

Sementara itu Ketua DPN HKTI Jenderal (Pur) TNI Moeldoko menyambut positif program HKTI Jatim tersebut. Dia berharap, HKTI bisa menjadi solusi atas problem yang selama ini dihadapi oleh para petani.

“Setiap kali petani menemui masalah, HKTI Jatim harus hadir dan memberikan solusi,” tegas Moeldoko disambut riuh tepuk tangan ribuan petani.

• Baca: Bupati Ipong Gugah Solidaritas Kader PMII di Pilgub Jatim

Sedangkan Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) HKTI, Oesman Sapta Odang mendorong kadernya untuk mencintai pertanian. Menurutnya langkah ini sebagai simbol nasionalisme. “Karena kedaulatan pangan menjadi hal yang sangat penting. tanpa itu kita akan dijajah, termasuk hasil bumi kita,”tegasnya.

Dia merasa prihatin dengan kondisi pertanian yang mundur. Padahal Indonesia negara yang  subur dan berbasis pertanian. “Ini karena ada yang senang impor,” ujarnya.