Selasa, 29 November 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Salah Dukung Kandidat, Karier Birokrat Bisa ‘Tamat’

Berita Terkait

MAKIN KOMPAK: Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jatim Soekarwo saat acara Tagana di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, beberapa waktu lalu. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
MAKIN DEKAT: Mensos Khofifah Indar Parawansa bersama Gubernur yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo. Khofifah berpeluang besar diusung Demokrat sebagai Cagub di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Selain kandidat dan manuver politik Parpol pengusung, kalangan birokrat — terutama Pemprov Jatim — tak luput dari sorotan menjelang Pilgub Jatim 2018. Maklum, para ‘abdi negara’ ini berpotensi dikerahkan menjadi mesin politik untuk mendukung kandidat tertentu, terutama dari kalangan birokrat.

Hal itu dibenarkan Gubernur Soekarwo. Dia mengaku paham dengan situasi tersebut karena hampir dua periode memimpin Jawa Timur.

“Meskipun membantu di belakang layar tidak pernah tidak kelihatan. Saya tahu,  tetapi saya rangkul semua. Karena anak buahnya kan lapor, kalau ada kepala (dinas)-nya ruwet, pasti ada surat kaleng lah,” ujarnya diikuti senyum dalam perbincangan dengan wartawan di Grahadi, beberapa waktu lalu.

• Baca: Gabung Demokrat atau Gerindra Kehilangan Khofifah

Namun Soekarwo tidak bisa melakukan larangan. Dia hanya sebatas mengimbau agar para birokrat bersikap lebih netral di Pilgub Jatim kali ini.

“Lebih baik tidak (mendukung) karena dia (birokrat) tidak ahli dalam analisis politik, bukan dunianya. Ini dunia asing bagi mereka. Kalau pensiunnya masih panjang (salah mendukung) penderitaannya akan panjang,” papar mantan Sekdaprov Jatim tersebut.

Pakde Karwo juga mengingatkan jika politik Jatim saat ini sangat dinamis,  sehingga manuver yang terjadi sulit ditebak.

“Jangan sampai bulan Januari (jadwal terakhir pendaftaran calon ke KPU) mereka (birokrat) salah hitung. Karena meraka bukan ahli dalam menghitung peta politik, bukan dunianya dia,” ucapnya.

• Baca: Daftar ke Demokrat, Khofifah Sudah Bertemu SBY

Soekarwo juga mengklaim tahu persis sejumlah kepala daerah yang ikut mendukung salah satu kandidat. Menurutnya, dengan teknologi informasi, informasi akan cepat tersampaikan tanpa diketahui orang lain.

“Saya kan kebetulan datang dari birokrasi, tetapi sudahlah ini calon gubernurnya politisi semua,” tukasnya.

Sementara hingga kini sejumlah kandidat makin kuat memberi sinyal akan bertarung di Pilgub Jatim 2018. Selain Wagub Saifullah Yusuf yang sudah declare, Mensos Khofifah Indar Parawansa juga ikut mendaftar lewat penjaringan Partai Demokrat Jatim.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -