Sadad: Gus Sholah Referensi Utama Gerindra Minta Saran

TAKZIYAH: Anwar Sadad (kopyah putih berkacamata) saat takziyah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAKZIYAH: Anwar Sadad (berkopyah putih dan berkacamata) saat takziyah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jenazah KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) telah dimakamkan di kompleks pesarean Ponpes Tebuireng Jombang, Senin (3/2/2020) sore. Namun duka masih dirasakan keluarga besar Partai Gerindra Jatim.

Bagi Gerindra, Gus Sholah adalah teladan dalam segala hal. Kiai yang konsistensi pada nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama (NU), komitmen dalam kebangsaan, bahkan nilai-nilai keluarga.

“Kami belajar banyak dari beliau,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad, Selasa (4/2/2020).

“Karena itulah kami menjadikan sosok Gus Sholah sebagai referensi utama, tempat kami meminta saran dan masukan dalam memutuskan kebijakan penting partai,” sambungnya.

Sadad dan beberapa pengurus Gerindra, bahkan seringkali sowan ke Gus Sholah, baik di Ponpes Tebuireng maupun kediamannya di Jalan Bangka Raya, Jakarta.

Mengapa Gus Sholah menjadi referensi utama Gerindra? Menurut Sadad, tak banyak ulama yang bisa menempatkan platform perjuangan NU pada bingkai yang tepat dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial, politik, dan kebangsaan di era kini.

Apalagi sepeninggal KH A Hasyim Muzadi yang wafat tiga tahun lalu, tak banyak pula tokoh Nahdliyin dengan pandangan kebangsaan yang jernih dan bisa diterima dalam skala pergaulan yang luas.

“Di antara yang tak banyak itu adalah Gus Sholah,” tegas Sadad yang masih keluarga Ponpes Sidogiri Pasuruan.

Sadad menambahkan, Gus Sholah adalah inspirasi. Dalam sosoknya berkumpul banyak potensi untuk dijadikan sebagai teladan. Selain pengasuh pesantren, Gus Sholah aktivis dan organisatoris yang kukuh pada prinsip.

“Beliau juga intelek dengan gagasan yang orisinil, dibuktikan dengan tulisan di berbagai media bahkan di akhir hayatnya. Dan lebih penting dari semuanya, beliau adalah sosok suami dan ayah yang luar biasa,” paparnya.

“Kepergian beliau menyisakan kehilangan yang mendalam, tidak hanya bagi Nahdliyin, tapi bagi bangsa Indonesia,” tuntas politikus yang juga wakil ketua DPRD Jatim tersebut.

» Baca Berita Terkait Gus Sholah