Saat ‘Wong Bodho’ Gresik Santuni 1000 Yatim Piatu

BHAKTI SOSIAL WONG BODHO: Harlah ke-20 Wong Bodho Pondok Mburi di Desa Sidowungu, Menganti, Gresik, Minggu (5/8). | Foto: Barometerjatim.com/DIDIK HENDRIYONO
BAKTI SOSIAL WONG BODHO: Harlah ke-20 Wong Bodho Pondok Mburi di Desa Sidowungu, Menganti, Gresik, Minggu (5/8). | Foto: Barometerjatim.com/DIDIK HENDRIYONO

GRESIK, Barometerjatim.com – Reputasinya terbilang nyentrik. Meski demikian, Kepala Desa (Kades) Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Muhammad Sukoiri memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Lewat padepokannya yang diberi nama Wong Bodho Pondok Mburi, setiap tahun menggelar bakti sosial untuk anak yatim piatu dan masyarakat kurang mampu.

Tahun ini, memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-20 Wong Bodho Pondok Mburi, Sukoiri menggelar berbagai kegiatan yang dipusatkan di ‘Alun-alun Wong Bodho’, Minggu (5/8). Gelaran akbar yang sudah 15 kali diadakan tersebut, difokuskan untuk kegiatan sosial dan siraman rohani lewat ngaji bareng.

• Baca: Prajurit TNI Gembleng Mental Warga Gresik Lewat TMMD

Kegiatan sosial diwujudkan dengan santunan 1.000 yatim piatu dan khitanan massal gratis yang diikuti 180 anak dari keluarga kurang mampu. Sedangkan ngaji bareng menghadirkan sejumlah kiai tenar, mulai Gus Gendeng dari Kediri, KH Khusein Ilyas, hingga Gus Mus (KH Mustofa Bisri) dari Rembang.

“Untuk ngaji bareng ini insyaallah dihadiri 12 ribu undangan. Mereka berasal dari Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, Jakarta dan sejumlah undangan dari luar Jawa,” kata pria yang juga Penasihat AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Gresik itu.

Selain bakti sosial dan pengajian, Harlah juga dimeriahkan kirab budaya dengan parade marching band. Dilanjut dengan acara jantung sehat, disertai undian berhadiah untuk seluruh warga desa.

• Baca: Selundupkan Ganja, Pengunjung Rutan di Gresik Dibekuk Polisi

Ditanya soal motif dari seluruh kegiatan sosial yang dilakukannya, Sukoiri menegaskan, “Apa yang kami lakukan ini semata-mata ingin berbuat yang terbaik untuk masyarakat, khususnya seluruh warga Desa Sidowungu.”

Sukoiri, selain dikenal dermawan, juga memiliki santri orang sakit jiwa dan para pecandu narkoba. Terlebih di desa yang dipimpinnya tak sedikit warga yang bersentuhan dengan barang haram tersebut.

• Baca: Duh! Penumpang Mudik Gratis ke Bawean Telat 10 Jam

Bahkan, dua tahun lalu, 14 April 2016, Sukoiri mengundang Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik untuk melakukan tes urine kepada warganya. Hasilnya, dari 70 yang di tes urine, 13 orang di antaranya positif mengonsumsi narkoba.

Tes urine ini diinisiasi Sukoiri, agar warganya sadar tentang bahaya narkoba. “Saya yang datang door to door ke rumah warga. Saya empat tahun untuk memperjuangkan warga agar sadar bahaya narkoba. Saya sangat mendukung program BNNK,” katanya, kala itu.