Rumah Isolasi Mandiri di Madura Ditandai, Nawardi Angkat Suara!

KETAKUTAN BARU: Ahmad Nawardi, pemasangan banner di rumah isolasi mandiri membuat ketakutan baru. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST
KETAKUTAN BARU: Ahmad Nawardi, pemasangan banner di rumah isolasi mandiri membuat ketakutan baru. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Dapil Jatim, Ahmad Nawardi angkat suara soal pemasangan banner sebagai tanda di halaman rumah warga di Madura yang menjalani isolasi mandiri (isoman) Covid-19.

Salah satu banner tersebut terdapat di desa wilayah Kecamatan Banyuates, Sampang, bertuliskan Rumah ini sedang melaksanakan isolasi mandiri, dilarang ke rumah/menerima tamu disertai logo Pemkab Sampang dan instansi berwenang.

Menurut Nawardi, pemasangan banner itu justru membuat kecemasan baru di tengah lonjakan Covid-19 di Madura, karena penderita bisa ketakutan lantaran semacam diteror.

“Kalau itu yang memasang Satgas Covid-19, mungkin niatnya baik agar tidak berkerumun, bertamu, dan lain-lain. Tapi caranya kan membuat orang malah merasa diteror, semakin takut,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Nawardi, masyarakat sekitar juga semakin menjauh dan tak ada lagi saling tenggang rasa di antara tetangga. Bahkan sekadar mau memberi makanan saja mungkin masyarakat takut.

“Padahal mereka butuh makan, minum, iya kan? Gimana kalau mereka ketakutan karena dikasih (banner) kayak gitu. Menurut saya, perlu memanusiakan mereka, dengan kasih sayang dan seterusnya,” ucapnya.

Karena itu, Nawardi minta pemasangan banner tersebut agar dievaluasi karena tidak efektif mengurangi penyebaran Covid-19. “Justru memperparah suasana karena masyarakat semakin takut, menimbulkan ketakutan baru,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat yang OTG juga takut untuk melakukan swab sebab jika positif rumah tempatnya isolasi mandiri dikasih banner, akhirnya dijauhi masyarakat karena dianggap penyakit memalukan.

“Menurut saya perlu dilakukan secara persuasif menangani itu. Tapi ini (dengan dipasangi banner) kan penderita merasa diteror,” ujar legislator kelahiran Sampang tersebut.

“Kalau dari Satgas bukan untuk meneror. Niatnya bagus agar tidak menjalar, dilokalisir di keluarga agar tidak menjalar ke tetangga, menurut saya bagus. Cuma penanganannya jangan sampai membuat ketakutan baru,” katanya.

Nawardi minta dilakukan evaluasi, lantaran dia mendapat banyak keluhan dan aspirasi dari masyarakat di Madura terkait pemasangan banner tersebut.

“Banyak telepon yang masuk ke saya, menyampaikan mohon dievaluasi kebijakan itu. Jadi perlu pendekatan persuasif, lebih manusiawi, bukan pendekatannya yang membuat semakin dimusuhi,” tuntasnya.

SEGERA EVALUASI: Rumah rumah isolasi di wilayah Kecamatan Banyuates yang dipasangi banner. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SEGERA EVALUASI: Rumah rumah isolasi di wilayah Kecamatan Banyuates yang dipasangi banner. | Foto: Barometerjatim.com/IST

» Baca Berita Terkait Wabah Corona