Sabtu, 03 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Rp 35 Juta, Mahar ‘Murah’ Penjaringan Cagub Lewat PPP

Berita Terkait

MENCARI BACAGUB JATIM: PPP melakukan penjaringan bakal calon Gubernur Jatim mulai 23 Agustus hingga 9 September 2017. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Penjaringan bakal calon gubernur Jatim juga dibuka Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai 23 Agustus hingga 9 September 2017. Menariknya, ‘biaya’ yang dipatok untuk memperoleh rekom dari partai ini terbilang ‘murah’.

Bakal calon cukup membayar ‘mahar’ Rp 35 juta saat pengambilan formulir. Jumlah ini sangat murah, jika dibanding dengan mahar partai lain yang lebih dulu membuka penjaringan.

Sebut saja, PDIP yang mewajibkan pendaftar untuk menyetor Rp 100 juta atau Partai Golkar mematok ‘harga’ Rp 50 juta untuk mendapatkan rekomendasi maju di Pilgub Jatim 2018.

Tetapi, bukan tanpa alasan pengurus PPP menentukan angka Rp 35 juta. “Ada artinya mengapa Rp 35 juta. Angka 3 itu melambangkan PPP dan angka 5 adalah lima rukun Islam serta lima khidmat partai,” kata Ketua DPW PPP Jatim, Musyafak Noer didampingi Sekretaris DPW Norman Zein Nahdi kepada wartawan di kantor DPW PPP Jatim, Jalan Kendangsari Surabaya, Rabu (23/8).

• Baca: Dua Kader NU Bikin ‘Pusing’ PPP Tentukan Calon

Menurut ketua Fraksi PPP DPRD Jatim ini, mahar Rp 35 juta itu untuk mengukur keseriusan bakal calon gubernur dan wakil gubernur. “Harus diserahkan langsung cash saat mendaftar, tak boleh dicicil,” tukasnya.

Selain itu, dana ini nantinya digunakan untuk biaya operasional panitia pendaftaran, biaya survei dan penyampaian visi-misi calon di Rapimwil. Pendaftaran bakal calon itu tidak hanya berlaku bagi kader internal, tapi juga untuk kalangan eksternal serta semua lapisan masyarakat.

Serentak di 14 DPC

Di sisi lain, penjaringan bakal calon kepala daerah juga dibuka serentak di 14 DPC PPP dari 18 Pilkada serentak di Jatim. Hanya empat daerah yang tidak membuka pendaftaran dan cukup menggelar Rapimcab, karena ada kader internal yang serius mencalonkan dan dinilai berpotensi menang.

Dia mencontohkan Pilkada Kabupaten Jombang tidak membuka pendaftaran, karena ada Ketua DPC PPP Jombang sekaligus Wakil Bupati Jombang, Mundjidah Wahab yang maju Pilbup Jombang.

Kemudian, ada KH Salwa yang merupakan Wabup Bondowoso juga maju. Yang bersangkutan adalah Ketua Majelis Pertimbangan Partai PPP Kabupaten Bondowoso.

• Baca: Dua Kader NU Bikin ‘Pusing’ PPP Tentukan Calon

Untuk Pilkada di Kabupaten Probolinggo juga ada kader internal Habib Salim yang bakal mencalonkan wakil bupati. Dia menjadi rebutan incumbent Tantri Hasan Aminuddin dan penantang Malik Haramain. Kemudian Habib Latief yang merupakan kader PPP maju di Pilkada Kabupaten Bangkalan.

“Tapi bisa juga terjadi, calon yang diputuskan DPP PPP tidak sama dengan DPW atau DPC. Tetapi paling tidak sudah memberikan pertimbangan ke DPP. Yakni,  melihat integritas, kapasitas, kapabilitas, elektabilitas dan popularitas. DPW juga melakukan survei internal secara independen untuk acuan,” tegasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -