Risma Sering Marah! Pakar: Tak Elok, Bisa Dipersepsi Negatif

MARAH-MARAH: Risma marah-marah soal bantuan mobil PCR yang diklaimnya diserobot Pemprov Jatim. | Foto: IST
MARAH-MARAH: Aksi marah-marah Risma soal bantuan dua mobil PCR yang diklaimnya diserobot Pemprov Jatim. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pakar Kebencanaan, Dr Hendro Wardhono menyebut aksi marah-marah yang sering dipertontonkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma barangkali soal style of leadership.

“Meski demikian tidak elok dan kurang bagus, karena bisa dipersepsi multitafsir oleh publik yang cenderung negatif, meskipun maksudnya belum tentu jelek,” katanya kepada wartawan, Sabtu (30/5/2020).

“Hemat saya, yang penting adalah seberapa besar leader commitment yang ditunjukkan untuk keselamatan dan kesejahteraan warganya,” sambungnya.

Sebelumnya, Jumat (29/5/2020), Risma memperlihatkan aksi marah-marah di depan publik, lantaran mengklaim bantuan dua mobil PCR (Polymerase Chain Reaction) dari pemerintah pusat lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diserobot, meski hal itu dibantah Pemprov Jatim.

Namun bagi Hendro yang menjabat wakil ketua IV Bidang Pendayagunaan Organisasi dan Keanggotaan di Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), apa yang terjadi sebenarnya hanya soal komunikasi.

Terlebih dalam domain implementasi kebijakan, komunikasi merupakan salah faktor kunci keberhasilan implementasi sebuah kebijakan.

“Hemat saya, jalinan komunikasi antara Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim perlu dibangun konsensus, agar lebih sinergis sehingga tidak terjadi mis-komunikasi seperti yang sekarang terjadi,” paparnya.

Nah, upaya membangun komunikasi yang baik, tandas Hendro, harus diawali oleh pemimpin karena itu yang menjadi kuncinya.

“Jika pemimpin tidak dapat melakukan komunikasi yang sinergis, maka biasanya anak buah akan mengikuti pemimpinnya,” tuntas pria yang juga ketua Pusat Studi Bencana & Lingkungan (PSBL) Univiversitas Dr Soetomo Surabaya tersebut.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona, Risma