PSBB Tahap 3, Pemkot Bentuk “Kampung Wani Jogo Suroboyo”

CHECK POINT: Corona kian menggurita, PSBB Surabaya diperpanjang hingga 8 Juni. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
CHECK POINT: Corona kian menggurita, PSBB Surabaya diperpanjang hingga 8 Juni. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Makin menggurita saja Corona (Covid-19) di Surabaya. Dari update data Gugus Tugas Jatim per Senin (25/5/2020), pasien positif mencapai 2.095 kasus. Belum lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 2.597 kasus, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) menembus 3.461.

Kota yang dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini alias Risma itupun sepakat dengan Kabupaten Sidoarjo dan Gresik untuk melanjutkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga, 26 Mei hingga 8 Juli.

Lantas, upaya apa yang akan dilakukan Pemkot Surabaya di PSBB tahap ketiga untuk mengusir Corona atau minimal membuat pasien positif turun?

Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan menuturkan, Pemkot Surabaya akan meningkatkan civil society dengan lebih memberdayakan masyarakat di tingkat RW atau kampung.

Pemkot bahkan sudah melakukan sosialisasikan kepada seluruh camat, kepala Puskesmas, Kapolsek, Danramil yang dipimpin kepala BPBD dan Linmas untuk pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat RW.

“Bersama-sama dengan Forkopimda, kita sebut Kampung Wani Jogo Suroboyo,” katanya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (25/5/2020) malam.

Hendro menjelaskan, “Kampung Wani Jogo Suroboyo” ini berbasis RW dengan melibatkan tokoh masyarakat yang ada di RW dan polanya yakni gotong royong serta kemandirian.

“Jadi pintu atau garda depan di dalam rangka pemutusan pandemi Covid-19, kami memutuskan adalah di tingkat kampung,” katanya.

Ketika kampung bisa me-manage warganya baik dari sisi kesehatan, ekonomi maupun sosial, Hendro yakin rantai Covid-19 di Surabaya bisa diputus.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona, PSBB