PPDB Segara Dimulai, Bupati Ipuk Minta Dindik Jemput Bola

JEMPUT BOLA: Ipuk Fiestiandani, meminta Dindik jemput bola, khususnya para pelajar kurang mampu. | Foto: Barometerjatim.com/IST
JEMPUT BOLA: Ipuk Fiestiandani, meminta Dindik jemput bola, khususnya para pelajar kurang mampu. | Foto: Barometerjatim.com/IST

BANYUWANGI, Barometerjatim.com – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) segera dimulai, termasuk di Banyuwangi. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani pun meminta Dinas Pendidikan (Dindik) untuk jemput bola, khususnya para pelajar kurang mampu.

Ipuk menegaskan, instruksi ini untuk memastikan bahwa para pelajar kurang bisa mengakses PPDB dan tetap bisa melanjutkan sekolah.

“Pandemi Covid-19 membuat potensi anak putus sekolah meningkat. Benar bahwa biaya dasar sekolah gratis, tapi ada beberapa hal yang bisa membuat pelajar kesulitan, termasuk karena kondisi ekonomi keluarga,” kata Ipuk, Senin (24/5/2021).

Dia mencontohkan para pelajar putus sekolah karena faktor ekonomi. “Misalnya, ya sudahlah enggak usah lanjut sekolah, bantu orang tua bekerja saja, juga bisa jadi ada hambatan internet untuk mendaftar,” ucapnya.

Karena itu, Ipuk menggerakkan Dindik untuk jemput bola para pelajar kurang mampu, yang diakomodasi melalui jalur afirmasi dalam PPDB.

”Datangi rumah pelajar kurang mampu, dampingi daftar PPDB. Capek? Iya, tapi ini adalah fungsi pelayanan kita untuk memastikan pendidikan semakin merata dirasakan masyarakat,” tegas Ipuk memberi instruksi.

”Tentu Dindik saja tidak akan bisa menjangkau semuanya. Maka semua harus bergerak. Camat harus bantu dampingi pelajar kurang mampu. Termasuk seluruh warga, saling menginfokan, misal ada tetangganya belum daftar PPDB, infokan ke perangkat, agar ditindaklanjuti,” tegasnya.

Lewat Empat Jalur

PPDB tahun ini terdapat empat jalur yang bisa diakses para pelajar. Pertama, jalur zonasi dengan kuota 50 persen untuk pelajar di wilayah sekitar sekolah.

Kedua, jalur prestasi akademik dan non akademik sebesar 30 persen, termasuk dalam hal ini prestasi pelajar di bidang seni, olahraga, dan sebagainya.

Kemudian yang ketiga melalui jalur afirmasi untuk pelajar kurang mampu 15 persen dan keempat jalur perpindahan tugas orang tua/wali murid sebesar 5 persen.

PPDB Banyuwangi akan dimulai pada 7 Juni 2021 untuk SMP dan 10 Juni untuk SD. Tahun ajaran baru ini menyediakan alokasi 12.036 kursi untuk SMP Negeri, dan 22.960 kursi untuk seluruh SD negeri.

Sementara itu Plt Kepala Dindik Banyuwangi, Suratno menyatakan, pihaknya akan menyisir para pelajar yang memang ada kendala melanjutkan sekolahnya.

“Kami ada data-data pelajar yang kurang mampu yang berpotensi tidak bisa meneruskan sekolahnya. Dari data tersebut, nanti akan kami cross check dan akan disiapkan langkah-langkah lanjutan,” kata Suratno.

» Baca Berita Terkait Banyuwangi