Camping Embun, Cara Bupati Ipuk Layani Warga Perkebunan

JEMPUT BOLA: Ipuk Fiestiandani, meninjau program Camping Embun untuk melayani warga perkebunan. | Foto: Barometerjatim.com/IST
JEMPUT BOLA: Ipuk Fiestiandani, meninjau program Camping Embun untuk melayani warga perkebunan. | Foto: Barometerjatim.com/IST

BANYUWANGI, Barometerjatim.com – Pemkab Banyuwangi konsiten melayani masyarakat dengan berbagai inovasi, khususnya yang tinggal jauh dari pusat kota. Kali ini, program Camping Embun hadir di Perkebunan Kapuk, Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo dan akan terus berkeliling.

Menurut Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kegiatan selama dua hari, Jumat dan Sabtu di areal SDN 6 Alasbuluh ini merupakan program jemput bola berbagai jenis layanan di kawasan perkebunan.

Ipuk menjelaskan, jenis layanan Camping Embun mulai masalah kependudukan hingga pendidikan. Semua pelayanannya lengkap. Tujuannya, membantu masalah warga di kawasan perkebunan yang secara geografis cukup jauh dari pusat desa dan kecamatan.

“Kami hadirkan layanan ini karena akses dari perkebunan ke kantor desa jauh, bisa satu jam. Sedangkan untuk mengakses layanan online, tidak semua warga punya smart phone,” kata Ipuk, Sabtu (22/5/2021).

“Makanya kami jemput bola, bahkan sampai camping. Kita sebut camping, karena selama dua hari petugas menghabiskan kerjanya di tengah warga perkebunan sampai dini hari dan berlanjut esok harinya,” sambungnya.

Secara jumlah, lanjut Ipuk, warga yang tinggal di kawasan perkebunan tidak sebanyak warga di pusat desa atau pusat kecamatan. Meski demikian, semua hak kependudukan warga harus dipenuhi.

“Kalau bicara statistik, tentu jumlah penduduk kawasan perkebunan lebih sedikit. Namun, hak dokumen kependudukan harus dipenuhi. Dengan dokumen yang baik, warga bisa mengakses program pemerintah, soal pendidikan, kesehatan, bahkan urusan lain seperti waris,” terangnya.

Dia menyebut, selama dua hari melayani warga perkebunan, ada 413 dokumen yang diterbitkan. Mulai perubahan kartu keluarga, kartu identitas anak, penerbitan e-KTP, akta kelahiran, dan akta kematian. Bahkan ada satu warga mengurus beberapa dokumen secara langsung.

Libatkan Pengadilan Agama

Ipuk menambahkan, Camping Embun tidak hanya melayani masalah kependudukan, tapi juga dilengkapi layanan pendidikan, kesehatan, dan hewan ternak.

“Bahkan kami mengajak Pengadilan Agama agar warga bisa dalam satu tempat mengakses layanan yang diperlukan. Sebelum terjun kami petakan apa masalah yang ada, lalu kami sediakan layanannya,” ungkap Ipuk.

“Kemudian di sini ada 4.000 sapi yang diternakkan warga. Nah kami hadirkan layanan kesehatan ternak. Juga kini gencar vaksinasi Covid-19, kami ajak lansia di perkebunan divaksin,” tandasnya.

Kegiatan kamping di ujung utara dan barat Banyuwangi ini, masih kata Ipuk, merupakan yang kali kedua. Sebelumnya, tim dari Pemkab Banyuwangi melayani warga Perkebunan Kopi Malangsari. Setelah ini keliling lagi ke perkebunan lainnya.

Di lain pihak, program ini diapresiasi Pengadilan Agama (PA) yang ikut dilibatkan Pemkab. “Ini pertama kami terlibat, kami sangat mendukung,” kata Panitera PA, Subandi.

Subandi, mendapat tugas melayani konsultasi hukum dan dokumen pernikahan/perceraian, itsbat nikah, waris, dan sebagainya.

“Ini luar biasa karena warga yang menerima layanan bisa langsung melakukan perubahan dokumen dalam satu tempat dan tidak lama. Misalnya yang sudah cerai, langsung mengubah status KTP-nya, KK pun menyesuaikan,” ungkapnya.

» Baca Berita Terkait Banyuwangi