Polda Jatim Tak Beri Izin Deklarasi #2019GantiPresiden

| Ilustrasi: Ist
| Ilustrasi: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Polda Jatim tidak mengeluarkan STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) alias tak memberi izin kegiatan Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (26/8).

Alasannya, selain deklarasi para pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tersebut, di hari dan lokasi yang sama juga akan digelar aksi pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Demi kepentingan Kamtibmas, dua-duanya tidak kita keluarkan STTP-nya,” terang Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (24/8).

• Baca: Demokrat: PDIP Kehilangan Ide Besar Menangkan Jokowi

Tak hanya di Surabaya, kata Barung, izin kegiatan serupa juga tidak dikeluarkan di daerah lain. “Coba browsing, itu kan juga ditolak izinnya di mana-mana,” tegasnya.

Alasan lainnya, tambah Barung, berdasarkan UU No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, menyebut adanya larangan kegiatan pada hari libur.

“26 Agustus bertepatan dengan hari libur (Minggu), sehingga kami memang tidak menerbitkan STTP itu,” katanya.

• Baca: Pilpres, Yusril Lebih Sreg Dukung Pasangan yang Ada Ulamanya

Jika peringatan ini tidak diindahkan pihak penyelenggara, Barung menegaskan Polda Jatim akan melakukan tindakan tegas. “Kalau tetap dilaksanakan berarti ada undang-undang yang dilanggar,” ucapnya.

“Maka kami akan melakukan eskalasi di lapangan untuk tindakan selanjutnya, kami akan bergerak demi ketertiban masyarakat luas.”

• Baca: Nasdem Terusik, Gus Choi: Kiai Ma’ruf Amin Jangan Berisik!

Rencana kegiatan pendukung Prabowo-Sandiaga maupun Jokowi-Ma’ruf Amin di Tugu Pahlawan ini beredar secara berantai via WhatsApp (WA) dalam beberapa hari terakhir.

Selain berupa informasi kegiatan, juga beradar dua poster saling bertolak-belakang. Satu poster berisi Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden, dan satu poster lagi menyebut Koalisi Elemen Bela NKRI Menolak Kampanye Provokatif.