PN Surabaya Bakal Lockdown? Jubir: Tunggu 4 Hari Lagi!

SWAB PCR: Bersama 324 pegawai lainnya, Martin Ginting jalani tes swab PCR di PN Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
TES PCR: Bersama 324 pegawai lainnya, Martin Ginting jalani tes swab PCR di PN Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – 325 Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga honorer yang sehari-hari bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjalani tes usap dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), Rabu (13/1/2021).

Menurut Juru Bicara (Jubir) PN Surabaya, Martin Ginting, upaya ini dilakukan guna mengetahui paparan Covid-19 yang menjangkit jajarannya. Terlebih, belakangan ini beberapa ASN, mulai dari hakim hingga pegawai golongan bawah di PN Surabaya, dinyatakan positif virus mematikan tersebut.

“Sehingga pimpinan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menggelar tes PCR bagi seluruh pegawai di PN Surabaya,” ujar Martin usai menjalani tes.

Hasil tes PCR, lanjut Martin, baru bisa diketahui empat hari kemudian. Jika menunjukkan jumlah paparan yang tinggi, pihaknya bakal berkoordinasi dengan pimpinan Pengadilan Tinggi (PT) Jatim untuk membuat kebijakan lockdown ketiga terkait seluruh aktivitas pelayanan publik di PN Surabaya.

“Keputusan lockdown atau tidaknya pengadilan, kita tunggu hasil PCR hari ini. Jadi tunggu empat hari lagi kepastiannya,” tandasnya.

Seperti yang diketahui, peningkatan penyebaran virus Covid 19 di Pulau Jawa dan Bali berada di tingkat yang signifikan, hingga pemerintah menerapkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11 hingga 25 Januari 2021.

Hal ini direspons cepat oleh jajaran pimpinan PN Surabaya. Melalui kebijakannya, Ketua PN Surabaya Joni memerintahkan jajarannya untuk menunda persidangan semua perkara hingga 14 hari ke depan terhitung sejak Senin (11/1/2021).

“Kecuali sidang perkara pidana yang masa penahanannya hampir habis. Itupun sidang digelar dengan sangat terbatas. Kebijakan ini kita ambil guna mengakomodir keputusan dari gubernur Jatim, terkait pembatasan kegiatan masyarakat,” ujar Martin.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona