Khofifah Isolasi, Ganti Emil Pertama di Jatim yang Divaksin?

BERJEMUR DI TEMPAT ISOLASI: Gubernur Khofifah, beraktivitas sambil berjemur di tempat isolasi mandiri. | Foto: Akun IG Khofifah
BERJEMUR DI TEMPAT ISOLASI: Gubernur Khofifah, beraktivitas sambil berjemur di tempat isolasi mandiri. | Foto: Akun IG Khofifah

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sabtu, 26 Desember 2020, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapannya menjadi orang pertama di Jatim yang divaksin Covid-19.

Namun seiring perjalanan waktu, gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengumumkan dirinya positif terinfeksi Covid-19 lewat akun Instagramnya, Sabtu (2/1/2021).

Lantaran harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari atau kemungkinan hingga 16 Januari 2021, maka Khofifah batal menjadi orang pertama mengingat penyuntikan vaksin dilakukan Kamis (14/1/2021) untuk tingkat provinsi.

Lantas, siapa pengganti Khofifah? Dari sejumlah nama yang diusulkan Pemprov Jatim ke pemerintah pusat, Wakil Gubernur (Wagub) Emil Elestianto Dardak berada di urutan pertama.

Selain itu, Pemprov juga mengusulkan Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Dirut RSUD Dr Soetomo, Ketua Tim Penggerak PKK Jatim, Dirut RSAL, Dirut RSJ Menur, Dekan FK Unair, Kepala BBPOM Surabaya, Ketua IDI Surabaya, Ketua Pemuda Ansor, dan Ketua Pemuda Muhammadiyah.

“Itu baru usulan! Itu baru usulan, karena memang Pemprov Jatim diminta mengusulkan,” kata Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, Jumat (8/1/2021).

“Usulannya, untuk awalnya seperti itu, ya. Nanti siapa yang menentukan, ya dari gugus tugas pusat, dari pemerintah pusat, di-acc (disetujui) apa ndak,” sambungnya.

Sebelumnya, Emil menegaskan dirinya siap divaksin Covid-19. “He.. he.. ya kita nyuruh orang divaksin, masa kita enggak divaksin? Jadi ya sudah logis sekali lah itu,” katanya di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Senin (4/1/2021).

Joni menambahkan, berdasarkan jadwal yang dirilis Satgas Covid-19 pusat, vaksinasi dimulai 13 Januari 2021 dan Presiden Jokowi menjadi orang pertama di negeri ini yang divaksin.

“Menurut rencana kan tanggal 13 nanti Bapak Presiden, setelah itu provinsi tanggal 14, kabupaten/kota tanggal 15. Itu rencana, sesuai dengan rencana semula,” katanya.

Soal kriteria, prioritas penerima vaksin yakni tenaga kesehatan (Nakes), lalu pemberi layanan atau public service, kemudian orang berisiko tinggi, baru masyarakat umum.

“Itu step-stepnya yang sudah dibuat oleh gugus tugas pusat,” tandas Joni yang juga Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona