PKB Menang di Blitar, Bobotnya Menang di Lima Kabupaten!

MENANG MANTAP: Fauzan Fu'adi, PKB menang di Blitar bernilai kemenangan di lima kabupaten. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
MENANG MANTAP: Fauzan Fu’adi, PKB menang di Blitar bernilai kemenangan di lima kabupaten. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski tak berjaya di 19 Pilkada serentak 2020 di Jatim, PKB — bersama PAN dan PKS — meraih kemenangan yang terbilang luar biasa di Kabupaten Blitar, wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah sakral PDIP.

Merujuk hitungan real count Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) KPU per Selasa (15/12/2020) pukul 14.25 WIB, pasangan Rini Syarifah-Rahmad Aji Santoso yang diusung PKB (9 kursi), PAN (7), dan PKS (1) leading dengan 295.493 (58,9 persen) suara.

Perolehan ini mengungguli 17,8 persen atas lawannya, Rijanto-Marhaenis Urip Widodo yang meraih 206.479 (41,1 persen) suara. Pasangan ini diusung koalisi PDIP (19 kursi), Golkar (3), Nasdem (2), Demokrat (2), Gerindra (3) dan PPP (1).

Kubu PKB melihat bobot kemenangan di Pilbup Blitar ini luar biasa. Maklum, selain wilayah ini dikenal sebagai daerah sakral PDIP, Rini-Rahmad melawan pasangan incumbent.

“Bobot kemenangan di Kabupaten Blitar, bisa bernilai kemenangan di lima kabupaten sekaligus!” kata Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim, Fauzan Fu’adi kepada Barometerjatim.com, Selasa (15/12/2020).

“Kabupaten Blitar kan selama ini bukan basis PKB, alhamdulillah sekarang sudah hijau,” sambung politikus yang juga ketua Fraksi PKB DPRD Jatim tersebut.

Sementara soal kekalahan kader yang diusungnya di sejumlah daerah, termasuk incumbent Kartika Hidayati di Lamongan, Fauzan menyebut hanya apes saja karena mesin PKB sudah bergerak maksimal.

Dia mencontohkan di Kabupaten Malang. “Siapa menyangka, kami dikeroyok sendirian melawan incumbent. Kami memberikan perlawanan sengit, Kabupaten Malang kemungkinan besar akan menuju babak berikutnya, MK (Mahkamah Konstitusi),” katanya.

Begitu pula di Kabupaten Pacitan. “Calon kami sukses membuat keluarga besar Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dua kali pulang kampung untuk konsolidasi calon yang diusungnya. Hal yang sejak 2004 ini mustahil di Pacitan,” papar Fauzan.

Memang, tandas Fauzan, capaian PKB di Pilkada serentak 2019 di Jatim sedikit meleset dari target. “Tapi tidak masalah. Kader PKB adalah kader Gus Dur, dan Gus Dur mengajarkan kami kuat dalam penempaan,” ucapnya.

Selain ajaran Gus Dur, ajaran Bung Karno juga menjadi inspirasi PKB. “Dalam perjuangan ini dibutuhkan up and down. Digembleng, hampir hancur lebur, bangkit kembali. Begitulah kalau mau jadi partai politik otot kawat belung wesi,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Pilkada 2020