Selasa, 29 November 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Pilgub Jatim, Komisi A Tinjau Kesiapan Pemkab Lamongan

Berita Terkait

KUNKER: Rombongan Komisi A DPRD Jatim meninjau kesiapan Kabupaten Lamongan dalam menyelenggaran Pilgub Jatim 2018. Rombongan ditemui Wabup Kartika Hidayati. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
KUNKER: Rombongan Komisi A DPRD Jatim meninjau kesiapan Kabupaten Lamongan dalam menyelenggaran Pilgub Jatim 2018. Rombongan ditemui Wabup Kartika Hidayati. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
- Advertisement -

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Jelang pelaksanaan Pilkada serentak pada 2018, Komisi A DPRD Jatim berkeliling ke seluruh wilayah di Jatim untuk meninjau kesiapan kabupaten/kota. Kamis (9/11), mereka mendatangi Pemkab Lamongan untuk kesiapan penyelenggaraan Pilgub 2018.

Rombongan Komisi A dipimpin Miftakhul Ulum dan ditemui Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati bersama Ketua KPU dan Panwalu setempat, Imam Ghozali dan Tony Wijaya di Guest House Pemkab Lamongan.

“Kami keliling ke kabupaten dan kota, dan hari ini giliran Kabupaten Lamongan. Di Kabupaten Lamongan pada 2018 hanya ada Pilgub Jatim dan kami ingin melihat bagaimana persiapannya,” ungkap Ulum.

• Baca: Pilkada di 18 Kabupaten/Kota Digelar Bareng Pilgub

Sementara Kartika menerangkan, sampai saat ini tahapan menuju Pilgub Jatim 2018 berjalan lancar. “Beberapa waktu yang lalu Pemkab bersama legislatif telah melakukan Gerakan Sadar Pilkada (Gersada). Kami siap menggelar Pilgub Jatim 2018,” tegas Kartika.

Terkait persiapan Pilgub, Imam Ghozali menjelaskan KPU Lamongan sedang melakukan proses pemutakhiran data. Saat ini sudah menuntaskan proses seleksi PPK dan PPS, tinggal menunggu pengumuman pada 11 November.

Pendaftaran, baik PPK maupun PPS, dilakukan pada 12-21 Oktober dan pengumuman seleksi administratif pada 25 Oktober. Setelah itu dilakukan seleksi tes tulis yang dilakukan serentak di seluruh Jawa Timur pada 27 Oktober.

• Baca: Cawagub Pendamping Khofifah, Tarik Ulur Emil dan Ipong?

“Terdapat 405 pendaftar untuk PPK dan 2.146 untuk PPS .Nantinya untuk PPK hanya akan diambil 135 orang, masing-masing tiap kecamatan 5 PPK. Sedangkan untuk PPS, tiap desa 3 orang, “ jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP agar segera melakukannya. “Karena data itulah yang akan yang dijadikan sebagai acuan,” jelasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -