Pesta Ultah Khofifah Dihujat, Sadad: Harus Diakui, Ini Teledor!

SWAB ANTIGEN: Anwar Sadad (kanan) menyerahkan swab antigen ke Ketua PCNU Surabaya, KH Muhibbin Zuhri. | Foto: Barometerjatim.com/RETNA
SWAB ANTIGEN: Anwar Sadad (kanan) menyerahkan swab antigen ke Ketua PCNU Surabaya, KH Muhibbin Zuhri. | Foto: Barometerjatim.com/RETNA

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, Anwar Sadad tak mau menghakimi video ulang tahun (ultah) Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang ramai jadi hujatan warganet dan komentar keras dari berbagai pihak.

“Kita kan tidak bisa melakukan judgement berdasarkan video yang beredar, akan banyak angle di situ,” katanya usai menyerahkan swab antigen untuk 1.000 santri yang akan balik ke pondok pesantren (ponpes) di kantor PCNU Surabaya, Senin (24/5/2021).

“Dugaan saya, ini terjadi spontan saja atau kita sebut sebagai happening art, kan biasa kalau ulang tahun teman-teman kita memberikan birthday surprise, ya mungkin semacam itu. Tidak terencana dengan baik sehingga kelihatannya berjubel,” sambungnya.

Begitu pula soal kehadiran artis ibu kota, Katon Bagaskara. Sadad yang masih keluarga Ponpes Sidogiri Pasuruan tidak mau menduga-duga apakah diundang atau tidak, karena bisa saja artis tersebut temannya Khofifah atau Wagub Emil Elestianto Dardak yang mungkin kebetulan lagi di Surabaya.

“Tetapi menurut saya, apapun yang terjadi ini keteledoran, teledor! Harus diakui, suka ndak suka suka, ini teledor!” tegas Sadad yang juga wakil ketua DPRD Jatim.

“Bukan soal prokesnya, tetapi kegiatan ultah yang bernuansa ‘hura-hura’ menurut saya ya tidak pantas dipubikasikan atau terekspose secara meluas, karena sekarang kita sedang mengalami krisis di semua sektor. Ya krisis kesehatan, krisis ekonomi.”

Soal dugaan ultah Khofifah sudah direncanakan? Menurut Sadad yang merencanakan berarti yang akan memberikan surprise. Namun dia kembali menegaskan tidak punya pretensi untuk memberikan penilaian.

“Tapi dugaan saya terjadi secara spontan saja. Spontanitas, ada orang-orang yang menyiapkan tapi tidak direncanakan mungkin oleh yang ultah,” tandas politikus yang juga Plt Ketua DPD Partai Gerindra Jatim tersebut.

Khofifah sudah minta maaf, apakah itu tidak cukup? “Ya harus minta maaf. Gimana, orang dilarang mudik, ini ditutup, ziarah saja enggak bisa,  ternyata.. Itu saya kira lebih kepada faktor etika ya,” katanya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona