Persebaya Tak Punya Kandang Berlatih, BDH Sorot Pemkot

SOROTI PEMKOT: Bambang DH, Persebaya tanpa kandang tetap untuk berlatih justru Pemkot Surabaya yang dirugikan. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
SOROT PEMKOT: Bambang DH, Persebaya tak memiliki kandang tetap untuk berlatih justru Pemkot Surabaya yang dirugikan. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

SURABAYA, Barometerjatim.com – Persebaya tak sekadar klub. Lebih dari itu, sudah menjadi icon dan kebanggan warga Kota Surabaya, Jawa Timur, bahkan Indonesia.

Tapi urusan kandang tetap untuk berlatih, klub berjuluk Bajul Ijo tersebut masih tertatih-tatih, harus berpindah-pindah tempat. Bahkan sering kali harus ‘ndompleng’ berlatih di kabupaten tetangga, Sidoarjo.

Tak ada alasan pasti, mengapa Pemkot Surabaya enggan membukakan pintu Stadion Gelora Sepuluh November. Padahal Persebaya dan stadion legendaris tersebut adalah sejarah yang tak terpisahkan.

• Baca: Kemelut Tak Kunjung Usai, #SavePasarTuri Trending Topic

Kondisi ini mengundang keprihatian anggota DPRD Jatim, Bambang Dwi Hartono (BDH). Dia mengaku menerima curhatan dari internal Persebaya soal sulitnya bisa berlatih di lokasi stadion yang dibangun sekitar 1950-an itu.

Menurut Bambang DH, berpindah-pindahnya lokasi latihan Persebaya justru berdampak pada kerugian Pemkot Surabaya yang seharusnya mendapatkan masukan dari uang sewa lapangan.

“Selama ini kan latihan pindah-pindah, sering di Sidoarjo, padahal sama-sama membayar (sewa lapangan, red). Seharusnya ini bisa menjadi pemasukan bagi Pemkot,” katanya di sela pertandingan Persebaya kontra PS Tira di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (11/9).

• Baca: Penyelamatan Gelora Pancasila Momen Pacu Prestasi Olahraga

Pemkot, lanjut BDH, harus menunjukkan perhatiannya yakni dengan mempermudah akses berlatih di Stadion Gelora Sepuluh November. Soal ada fasilitas yang rusak karena kerap dipakai berlatih, hal itu malah membuktikan pembangunannya tepat guna.

“Saya katakan kepada kawan-kawan, kalau fasilitas yang dibangun kerap rusak karena sering digunakan itu menunjukkan banyaknya peminat. Artinya tepat guna. Kalau rusak ya diperbaiki, jangan hanya dirawat tapi tidak digunakan, ya percuma,” papar mantan wali kota Surabaya itu.

Pembangunan fasilitas olahraga, menurut BDH, tidak hanya berpatokan pada output saja tapi juga outcome dan impacth, sehingga sarana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. “Kalau tidak optimal, ya untuk apa dibangun,’’ imbuhnya.

• Baca: Makin Panas! Anak Buah SBY ‘Serang Balik’ Bambang DH-PDIP

Selain itu, tandas BDH, jika latihan lebih difokuskan di Stadion Gelora Sepuluh November akan lebih mendekatkan dengan warga kota. Selain lokasi yang lebih dekat, bentuk kecintaan anak-anak Surabaya yang baru mengenal Persebaya lebih terbentuk.

Dengan begitu, manajemen Persebaya bisa lebih meningkatkan performa pengelolaan lebih baik. “Sehingga persoalan-persoalan yang tidak perlu tidak akan terlihat,’’ kata politikus yang maju Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan tersebut.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya, Bambang DH, Persebaya