Kemelut Tak Kunjung Usai, #SavePasarTuri Trending Topic

PASAR TURI DISOROT: Kondisi stan yang sepi dan kemelut tak berujung Pasar Turi membuat hastag #SavePasarTuri jadi trending topic di Twitter. | Foto: Barometerjatim.com/DOK/TWITTER
PASAR TURI DISOROT: Kondisi stan yang sepi dan kemelut tak berujung Pasar Turi membuat hastag #SavePasarTuri jadi trending topic di Twitter. | Foto: Barometerjatim.com/DOK/TWITTER

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kondisi stan yang sepi dan kemelut tak berujung Pasar Turi menjadi sorotan warganet. Hastag #SavePasarTuri, Minggu (9/9) hari ini menjadi trending topic di media sosial Twitter.

Akun @radityadhikan menyebut, penyebab sepinya pengunjung Pasar Turi sejak dibuka tiga tahun lalu karena polemik berkepanjangan antara pengembang dan Pemkot Surabaya.

Padahal pengelola telah melakukan serah terima kunci toko, kios-kios sudah terisi, namun pengunjung tetap sepi. Hal ini ditengarai karena tidak adanya keinginan Pemkot untuk kembali menghidupkan pasar legendaris tersebut.

• Baca: Nasib Pedagang Pasar Turi Kini, Dari Sopir hingga Pengangguran

“Tanda belum ada kemauan Pemkot memasksimalkan Pasar Turi Baru,” tulis aku @RimaSeptianis.

“Kondisi itu karena tak kunjung selesainya konflik antara pengembang dan Pemkot. Tapi pedagang tak mau tahu soal itu,” timpal @ikajulaiha_

Ramainya perbincangan Pasar Turi mendapat tanggapan dari akun @masfiadiana. Isu ini mengingatkannya saat menyelesaikan tugas akhir di kampus, setahun lalu.

Skripsinya mengambil objek penelitian Pasar Turi. Menyorot tentang kondisi Pasar Turi yang konon melegenda tetapi kemudian mati suri.

• Baca: Pedagang Minta Risma Bijak Selesaikan Kemelut Pasar Turi

Akun @Hilal_ramadlan, menyebut para pedagang berharap agar semua pihak terkait segera menuntaskan persoalan,  khususnya solusi atas revitalisasi pasar. Sebab, sudah bertahun-tahun  pedangang dirugikan dan menjadi korban dari konflik serta proses yang berlarut-larut.

“Sampai sekarang pedagang belum mendapatkan sertifikat. Izin operasional dari Pemkot Surabaya belum keluar,” kicau @Hilal_ramadlan.

Dia mengaku sangat resah dengan keadaan sekarang, lantaran nasibnya seolah dibiarkan menggantung. Keresahan itu semakin menjadi-jadi setelah melihat pengunjung dan pembeli pasca pembangunan gedung baru tak seramai sebelumnya.

• Baca: Dua Hari, Dua Kali Henry Diadili dalam Perkara Pasar Turi

“Ya bayangkan saja ini ada yang mengisi stan di dalam, tapi ada juga yang tetap bertahan di TPS (Tempat Penampungan Sementara) padahal gedungnya sudah selesai dibangun,” ujarnya.

Dia menyayangkan sikap Pemkot dan pengembang yang tidak mau duduk bersama, menyelesaikan kasus ini dengan kepala dingin. Menurutnya, yang menjadi korban adalah masyarakat umum dan pedagang Pasar Turi.

“Kepada siapa lagi kami mengadu, kepada siapa lagi kami mengeluh, Pemkot jangan tutup mata,” tulisnya.