Perdana! 284 Jamaah Umroh Indonesia Langsung Madinah

MENUJU TANAH SUCI: Jamaah umroh Samira Travel memasuki Bandara Juanda menuju Tanah Suci. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
MENUJU TANAH SUCI: Jamaah umroh Samira Travel memasuki Bandara Juanda menuju Tanah Suci. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Begitu Arab Saudi membuka kembali penerbangan umroh, perusahaan travel Indonesia makin gencar memberangkatkan jamaah umroh ke Tanah Suci.

Kali ini Samira Travel memberangkatkan 284 jamaah umroh dari Surabaya langsung mendarat di Madinah, menggunakan maskapai Lion Air JT 3100 pesawat Air Bus A330-343 Sub-Med.

Ke-284 jamaah umroh tersebut berasal dari Surabaya, Semarang, Solo, Jakarta, dan Kalimantan Timur.

Direktur Utama Samira Travel, Fauzi Wahyu Muntoro mengatakan, izin tersebut baru diumumkan sekitar empat hari lalu.

“Baru keluar izinnya karena terus menerus request landing di Madinah,” terangnya saat mengantar keberangkatan jamaah di Bandar Udara (Bandar) Internasional Juanda, Surabaya, Minggu (17/1/2021).

Diketahui, sejak pandemi Covid-19, Bandara Madinah hanya membolehkan pendaratan domestik dari Jeddah ke Madinah maupun dari Riyadh ke Madinah.

“Ini luar biasa, internasional baru Indonesia dan baru jamaah Samira. Indonesia yang pertama, Lion Air Batik Premium yang pertama, dan Samira yang pertama landing di Madinah, insyaallah,” tambahnya.

Menurut Fauzi, dengan kebijakan baru tersebut, mampu menghemat waktu perjalanan 4-6 jam. Sebab, sejak pandemi, pemerintah Arab Saudi mengalihkan pendaratan pesawat penerbangan internasional di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Selanjutnya menempuh perjalanan  menggunakan bus selama lima jam menuju Madinah.

“Kalau turun di Madinah langsung setengah jam masuk hotel, jadi lebih hemat kira-kira 4-6 jam. Ini jadi dambaan orang kalau bisa landing di Madinah. Kita kemarin dibantu Lion Air untuk bisa buka gerbang internasional landing di Madinah,” ucap Fauzi.

Protokol Kesehatan Ketat

BANDARA JUANDA: Fauzi Wahyu bersama istri, mengatar keberangkatan jamaah umroh Samira Travel. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BANDARA JUANDA: Fauzi Wahyu bersama istri, mengatar keberangkatan jamaah umroh Samira Travel. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Di sisi lain, sesuai peraturan pemerintah Arab Saudi, para calon jamaah umroh harus menjalani karantina satu hari sebelum terbang serta menjalani tes PCR.

Sesampai di Madinah, jamaah kembali menjalani karantina selama dua hari dan melewati PCR ulang. Selanjutnya, boleh melakukan aktivitas ibadah di Madinah.

Para calon jamaah umroh Samira sendiri telah menjalani karantina di hotel selama satu hari dan sudah mengantongi hasil tes negatif Covid-19 dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Juanda.

Tapi jika jamaah terkonfirmasi positif Corona, Samira akan melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk proses isolasi. Usai isolasi dan dinyatakan negatif, jamaah bisa menunaikan ibadah umroh.

“Samira setiap 10 hari ada keberangkatan. Jadi pas sekarang karantina, selesai karantina, minggu depan bisa berangkat. Itu luar biasanya pakai Samira,” ucap Fauzi.

Demikian pula saat kembali ke Tanah Air. Berdasarkan kebijakan baru per 14 Januari 2021, semua WNI ketika kembali ke Indonesia harus melakukan karantina dan PCR ulang.

“Ketika negatif, setelah karantina boleh pulang. Tapi yang positif, kita akan koordinasi dengan Satgas Covid-19,” katanya.

PENGECEKAN KETAT: Jamaah umroh Samira Travel melewati pengecekan berkas sebelum masuk pesawat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PENGECEKAN KETAT: Jamaah umroh Samira Travel melewati pengecekan berkas sebelum masuk pesawat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Umroh