Risma Akan Adopsi Kecanggihan Surabaya, Whisnu: Kita Dukung!

DRIVE THRU TES CORONA: Whisnu Sakti Buana saat membuka layanan drive thru tes Covid-19 di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DRIVE THRU TES CORONA: Whisnu Sakti Buana saat membuka layanan drive thru tes Covid-19 di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menegaskan bakal memberikan dukungan penuh jika Menteri Sosial, Tri Rismaharini alias Risma ingin mengadopsi kecanggihan sistem layanan publik Pemkot Surabaya, termasuk Command Center (CC) 112 di Siola.

“Kita support semua, karena itu untuk kepentingan Indonesia juga,” kata Whisnu usai membuka layanan drive thru tes Covid-19 (swab PCR/antigen/antibody) Neo Clinic di Kotakami Kompleks, Jalan Mayjend Sungkono Surabaya, Minggu (17/1/2021).

Menurut Whisnu, CC 112 memang bagian dari Surabaya untuk Indonesia. Bahkan, pejabat yang juga wakil ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD PDIP Jatim itu berharap, apa yang terbaik yang dilakukan Surabaya bisa menjadi percontohan secara nasional.

Demikian pula dengan penanganan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sejak awal dicanangkan Whisnu untuk dilakukan secara bersama-sama. Dia meminta operasi ditegakkan betul, kesadaran masyarakat ditumbuhkan, dan kampung-kampung tangguh diaktivasi kembali.

“Agar nanti, apa treatment yang dilakukan di Surabaya bisa jadi percontohan nasional, dan kita juga bisa menurunkan ini (Covid-19) dengan signifikan, dengan semua pihak ikut bekerja sama melakukan,” tandasnya.

Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kerja di Kota Pahlawan, Sabtu (16/1/2021), Risma mengajak anak buahnya berkunjung ke Siola untuk melihat kecanggihan CC 112 yang dibuat Risma saat menjabat wali kota Surabaya.

Apalagi Risma melihat sistem layanan publik di Kemensos belum secanggih milik Pemkot Surabaya yang sudah berbasis elektronik, termasuk CC 112. Bahkan menjabat Mensos, Risma justru merasakan kemunduran dibanding saat menjadi wali kota.

“Ya teman-teman saya kasih tahu, lha aku ini mundur jadinya. Lha aku dulu semuanya elektronik, sekarang aku masih nulis, pakai bolpoin lagi, he.. he.. Lha saya tunjukkan, ketika (jadi) Mensos mundur, he.. he..” katanya tergelak.

“Jadi saya tunjukkan teman-teman, bahwa kita semua sudah elektronik dan semua sudah bisa dimonitor secara elektronik,” sambung perempuan yang juga ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan itu yang bertolak ke Surabaya usai meninjau kondisi gempa di Mamuju, Sulawesi Barat.

Apakah sistem CC 112 akan diterapkan di Kemensos? “Ya tadi ngomongnya gitu, tapi masih tidak bisa kan, karena jangan sampai kita bersinggungan dengan daerah. Nanti aku dikira pencitraan lagi,” katanya.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya