Pencetus Hari Santri Buka Suara: Khofifah Cukup Satu Periode!

CUKUP SATU PERIODE: Gus Thoriq, harap Khofifah cukup satu periode memimpin Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/DOK
CUKUP SATU PERIODE: Gus Thoriq, harap Khofifah cukup satu periode memimpin Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/DOK

MALANG, Barometerjatim.com – Sikap berbeda ditunjukkan dua kiai pendukung Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018. Jika Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim mendorong Khofifah maju di Pilpres 2024, Pengasuh Ponpes Babussalam, Kabupaten Malang, KH Thoriq bin Zaid bin Darwis justru sebaliknya.

Alih-alih mendorong Khofifah maju Pilpres 2024, kiai pencetus Hari Santri Nasional yang akrab disapa Gus Thoriq tersebut malah berharap Khofifah tak terpilih sebagai gubernur Jatim untuk dua periode.

“Saya tidak mendukung kedua-duanya (maju Pilpres maupun Pilgub Jatim 2024), cukup satu periode saja Jatim. Dan kalau bisa tidak nyapres atau Cawapres lah, karena beliau tidak akan dipilih. Sebaiknya beliau itu menjadi guru Muslimat NU saja,” tegas Gus Thoriq kepada Barometerjatim.com, Kamis (3/6/2021).

Menurut Gus Thoriq, terpilih menjadi gubernur sebenarnya kualitas Khofifah sedang diuji. Tapi memasuki tahun ketiga kepemimpinannya, Jatim dinilainya tidak semakin baik. Tidak cepat dalam merespons kebutuhan masyarakat, serta yang terbaru malah melakukan pembohongan publik terkait klarifikasi pesta ultahnya di Grahadi.

“Bukti video itu kan kuat. Rakyat Jatim melihat itu terjadi dan ada, kenapa harus ngeles (mengelak), kenapa tidak diakui saja dan mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik. Begitu kan lebih baik, daripada menghindar dan membikin-bikin alasan yang itu semakin menyudutkan beliau ke posisi yang tidak baik,” katanya.

Gus Thoriq juga menyayangkan pesta ultah tersebut, karena tidak sesuai dengan tradisi dan ajaran Islam. Dalam Islam, ultah sebaiknya tidak usah dibesar-besarkan, apalagi kalau sampai menggunakan anggaran negara ataupun fasilitasnya.

“Hanya hari ultah Kanjeng Nabi Muhammad Saw sajalah yang harus dibesarkan, yang dikenal dengan maulid rasul. Hanya beliau yang berhak untuk diperingati hari lahirnya, karena banyak keberkahan dan memang jaminan Allah sebagai manusia terbaik yang harus menjadi contoh dalam semua aspek,” katanya.

Dalam Islam, lanjut Gus Thoriq, yang diperingati dan dibesarkan justru haul. Sebab, haul tokoh-tokoh atau orang-orang yang saleh, setidaknya agar banyak orang yang meniru perilaku kehidupannya.

Karena itu, dia menyarankan Khofifah perlu bertobat dari pembohongan publik serta telah melakukan pesta ultah yang malah bertolak belakang dengan ajaran agamanya.

“Jadi perlu tobat dan tidak memunculkan banyak alasan untuk menghindar dari kesalahan dan secepatnya evaluasi. Kalau ibu sudah melakukan pembohongan publik terhadap rakyat Jatim, saya kira cita-cita beliau untuk ke R2 atau R1 sangat jauh,” ucapnya.

Kalau Khofifah tetap maju di 2024? “Saya pasti ada di posisi lawan beliau, siapa pun lawannya. Garis demarkasi tegas saya tarik, karena yang diharapkan rakyat Jatim ternyata jauh dari kenyataan, bahkan beliau sampai melakukan pembohongan publik seperti itu, ini kan luar biasa,” katanya.

» Baca Berita Terkait Heboh Ultah Khofifah