‘Peluru’ Demo Korban Sipoa ‘Ditembakkan’ ke Teguh Kinarto

'TEMBAK' TEGUH KINARTO: Massa FPMB yang sebagain terlihat berusia remaja mengusung poster Teguh Kinarto saat demo di depan PN Surabaya, Rabu (26/9). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
‘TEMBAK’ TEGUH KINARTO: Massa FPMB yang sebagian terlihat berusia remaja mengusung poster Teguh Kinarto saat demo di depan PN Surabaya, Rabu (26/9). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kali ketiga, massa Forum Peduli Masyarakat Bawah (FPMB) — beberapa di antaranya mengaku korban penipuan apartemen Sipoa — menggelar aksi di depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (26/9).

Mereka tidak lagi mencegat pengacara kondang, Yusril Ihza Mahendra yang dimintanya melakukan pendampingan hukum. Waktu itu, Rabu, 12 September 2018, Yusril hadir di PN sebagai tim penasihat hukum Henry J Gunawan dalam perkara Pasar Turi.

Tapi dalam aksinya kali ini, massa FPBM menduga ada hakim yang tengah menyidangkan kasus Sipoa di PN Surabaya mulai ‘main mata’. “Ada hakim yang diduga menutup-nutupi kedok dari dalang, atau otak kasus penipuan Sipoa,” teriak massa yang sebagian terlihat masih berusia remaja.

• Baca: Demo Bikin Macet! Puluhan Korban Sipoa Tagih Janji Yusril

Karena itu, FPMB meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan, mengawasi sidang dengan terdakwa Budi Santoso dan Klemen Sukarno Candra (dua petinggi PT Sipoa) tersebut.

Terlebih, salah seorang korban Sipoa, Muhammad Aldo, mengaku sudah berkirim surat ke berbagai pihak terkait penyelesaian kasus Sipoa namun tak ada respons.

“Saya sudah mengirim surat ke presiden, wakil presiden, staf presiden, Mahkamah Agung, Komisi Yudisial dan kepolisian. Tapi tidak ada respons sama sekali, saya harus bagaimana lagi?” klaimnya.

• Baca: Hendak Ikuti Sidang, Yusril Diadang Massa di PN Surabaya

Tak hanya meminta KPK turun tangan, massa FPMB juga mulai menembakkan ‘peluru’ ke Tee Teguh Kinarto, salah satu pemegang saham PT Bumi Samudra Jedine, perusahaan di bawah naungan PT Sipoa Group.

Mereka mengusung poster Teguh yang digaris silang merah dengan tulisan: Tangkap Tee Teguh Kinarto Dalang Skandal Sipoa.

Teguh Pelapor Henry

Belakangan, nama Teguh Kinarto mencuat setelah bersama Heng Hok Soei melaporkan Henry J Gunawan atas dugaan penipuan dan penggelapan dana pembangunan Pasar Turi. Padahal, keduanya adalah rekan bisnis Henry dalam pembangunan pasar legendaris tersebut.

Bahkan atas laporan Teguh dan Heng, 8 Agustus 2018, Henry sampai dijemput paksa penyidik Bareskrim Mabes Polri untuk dilimpahkan ke Kejari Surabaya dalam kasus lain.

• Baca: Polda Jatim Bantah Tudingan Rekayasa Kasus Sipoa

Henry ditangkap tepat di depan pintu masuk PN Surabaya saat hendak menghadiri sidang. Setelah diperiksa fisik di kantor Kejari Surabaya, Henry langsung dititipkan di Rutan Medaeng.

Kala itu, pengacara Henry, Yusril menyesalkan Bareskrim yang menangkap kliennya. Dia menyebut, kasus atas laporan Teguh sebenarnya tidak bisa dibawa ke pengadilan, terlebih telah dinyatakan murni perdata oleh Mahkamah Agung bahkan inkracht.

  • ‘ALUR’ DEMO FPMB TERKAIT SIPOA
    ‘Cegat’ Yusril hingga Usung Poster Teguh Kinarto
  1. Rabu, 12 September 2018: Massa FPMB mencegat Yusril Ihza Mahendra yang hendak mengikuti sidang di PN Surabaya. Yusril hadir di PN sebagai tim kuasa hukum Henry J Gunawan dalam perkara Pasar Turi.
  2. Kamis, 20 September 2018: Massa FPMB menagih janji Yusril terkait kesediaanya melakukan pendampingan hukum terhadap korban Sipoa.
  3. Rabu, 26 September 2018: Massa FPMB meminta KPK turun tangan dalam perkara Sipoa. Mereka juga mengusung poster Tee Teguh Kinarto yang disebutnya sebagai dalang skandal Sipoa.