Pandemi, Gerindra Jatim Soroti Siswa Lulus dengan Nilai Daring

SOROTI PERILAKU: Umi Enggar Sari, pendidikan perilaku terhadap siswa tak bisa digantikan teknologi. | Foto: Gerindra Jatim
SOROTI PERILAKU: Umi Enggar Sari, pendidikan perilaku terhadap siswa tak bisa digantikan teknologi. | Foto: Gerindra Jatim

SURABAYA, Barometerjatim.com – Teknologi membuat proses belajar mengajar bisa dilakukan secara daring di tengah pandemi Covid-19. Meski demikian, Wakil Ketua Bidang Pendidikan DPD Partai Gerindra Jatim, Dr Umi Enggar Sari menilai siswa lulus dengan hasil daring bisa jadi tidak memuaskan.

“Karena kalau dua tahun ini (situasi pandemi) lewat, lha ini juga berdampak. Lulus dengan apa? Hasil daring. Satu dua tahu kemarin yang lulus, oh nilainya daring,” kata Umi saat menjadi opening speech dalam Diskusi Kamisan DPD Partai Gerindra Jatim, Kamis (14/10/2021).

“Lha itu kan, saya yakin para pendidik kurang merasa puas. Benar enggak, nilai yang saya berikan ini benar bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya dalam diskusi yang mengadirkan dua narasumber, yakni Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim yang juga Pembantu Rektor I Universitas Nurul Jadid Probolinggo, Imam Hambali serta Ketua PW IPNU Jatim masa khidmat 2018-2021, Choirul Mubtadi’in.

Selain menyoroti siswa lulus dengan nilai daring, Umi juga menyebut ada hal yang tak bisa digantikan teknologi dalam pendidikan kepada siswa didik, yakni pendidikan perilaku.

“Anak-anak sekarang sudah biasa buka Google dan seterusnya, itu hanya ilmu translate aja. Tapi masalah gimana perilaku, afektif, yang harus disampaikan seorang pendidik kepada murid, ini yang tak bisa digantikan oleh teknologi yang ada,” jelasnya.

Beda saat sebelum pandemi Covid-19. Siswa datang bisa bersalaman dengan guru dan seterusnya, yang itu menunjukkan perilaku dan hormat kepada pendidik.

“Sekarang kan enggak boleh, kita enggak boleh dekat-dekat. Lha ini sudah mulai ada dampaknya, afektif, dimana perilaku siswa tidak bisa sesempurna seperti sebelum pandemi. Tetapi, mau tidak mau, ini harus kita terima dan jalani dengan kondisi yang ada,” katanya.

Karena itu, tandas Umi, perlu ada inovasi-inovasi dalam dunia pendidikan. Baik inovasi kepada siswa maupun orang tua, karena dampak pandemi Covid-19 ini juga sangat dirasakan keluarga.

“Dari survei yang saya lakukan berdampak pada perilaku orang tua dan juga anak. Makanya pandemi ini sangat penting untuk kita kaji, kita bahas, paling tidak kita meminimalkan risiko,” ucapnya.

Apalagi banyak sekali yang harus diselesaikan dalam dua tahun pandemi ini, termasuk perilaku yang ada dalam diri siswa, pendidik, orang tua, serta masyarakat. Empat unsur ini harus kerja sama, untuk menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan pendidikan.

“Makanya kan perlu gimana empat unsur ini saling berkaitan, saling membantu, sehingga di dalam pendidikan ini bisa berhasil,” tandas politikus yang juga dekan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tersebut.

“Saya yakin tidak maksimal, tapi berusaha semaksimal mungkin bisa berhasil, karena ini merupakan kondisi yang kita terima dengan keadaan yang ada ini,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Gerindra Jatim