Nyaleg, Politikus PDIP Ini Soroti Wilayah Pesisir Surabaya

SOROTI PESISIR SURABAYA: Ghoni Mukhlas Ni’am, soroti wilayah pesisir Surabaya yang belum tergarap maksimal. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
SOROTI PESISIR SURABAYA: Ghoni Mukhlas Ni’am, soroti wilayah pesisir Surabaya yang belum tergarap maksimal. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

SURABAYA, Barometerjatim.com – Politikus PDI Perjuangan, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am menyoroti wilayah pesisir Surabaya yang belum tergarap maksimal. Termasuk memberikan kesempatan bagi keluarga nelayan, untuk mengembangkan usaha di bidang hasil perikanan dan kelautan.

Hal inilah yang menjadi salah satu konsentrasinya maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Surabaya dari Dapil III (Kecamatan Bulak, Gunung Anyar, Mulyorejo, Rungkut, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo).

Memang, lanjut Ghoni, Pemkot Surabaya sudah membangun fasilitas dan sarana di sekitar Kecamatan Bulak, namun hasilnya dinilai masih belum maksimal.

• Baca: Tahun Politik, Bambang DH: Kedewasaan Warga Jatim Diuji

“Banyak hasil perikanan masyarakat sekitar justru mengalami kendala dalam penjualan. Ini yang menjadi perhatian saya,’’ katanya ketika ditemui Barometerjatim.com, Senin (15/10).

Konkretnya, tandas Ghoni, keluarga nelayan sekitar Kenjeran dan Bulak butuh pendampingan. Khususnya dalam mengelola hasil perikanan dan kelautan.

“Termasuk memberikan bantuan modal bagi UMKM. Salah satunya pengemasan produk perikanan dan asesoris dari hasil laut,” katanya.

• Baca: Taru Sasmita Respons Keluhan Warga soal Proyek Apartemen

Tidak hanya masyarakat pesisir, alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya jurusan Tarbiyah ini juga menekankan adanya pemerataan pembangunan, khususnya sumber daya manusia di wilayah Dapilnya.

“Segala upaya yang saya lakukan adalah mendengarkan aspirasi masyarakat. Karena aspirasi tersebut menguatkan lembaga kedewanan. Itu yang utama,” ucapnya arek asli Kenjeran itu.

Sujud di Kaki Ibu

RESTU ORANG TUA: Ghoni Mukhlas Ni’am, sujud di kaki kedua orang tuanya untuk maju di pertarungan legislatif. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
RESTU ORANG TUA: Ghoni Mukhlas Ni’am, sujud di kaki kedua orang tuanya untuk maju di pertarungan legislatif. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

Selain fokus dengan program kerakyatan, Ghoni menambahkan, restu dan doa kedua orang tua menjadi lantasan utama dalam pencalonanya. Restu dan doa tersebut kian menguatkan niatnya mengawal aspirasi masyarakat dengan masuk arena politik di legislatif.

Hal itu ditunjukkan Ghoni ketika hendak memimpin konsolidasi bersama tim pemenangannya. Dia menemui kedua orang tuanya, H Abdul Halim dan Hj Nurlailiyah di kawasan Jalan Tambak Deres Gang I Surabaya. Ghoni meminta restu dengan mencium kaki sang ibu.

Suasana haru pun terpancar dari raut wajah kedua orang tuanya. Ada rasa bangga membuncah, ketika sulung dari lima bersaudara ini akan maju dalam Pileg 2019.

• Baca: Bambang DH Kritik Larangan Caleg Kampanye Lewat Medsos

Menurut Halim, putranya memang sudah terbiasa meminta restu dan doa dalam segala aktivitas. “Setiap mau melakukan apapun dia selalu meminta doa. Saya begitu bangga dengan apa yang sudah dilakukan,” tuturnya.

Halim menambahkan, putranya juga harus meminta doa dan dukungan dari masyarakat. Itu lebih penting daripada sekedar uang maupun fasilitas yang didapat ketika nanti terpilih. “Terutama jangan pernah mengkhianati kepercayaan warga yang sudah mendukung.” katanya.

Hal senada disampaikan Nurlailiyah. Dia mengharapkan putranya mampu berhasil seiring ridha dan doa yang diberikannya. “Sing amanah yo Nak. Ibu ridho, insyaallah awakmu berhasil. (Yang amanah ya Nak. Ibu ridha, insyaallah kamu berhasil),’’ pinta Nurlailiyah yang terlihat menitikan air mata.