NU Kecewa soal Menag, PBNU: Andai Bukan Kiai Pasti Protes!

KIAI NU KECEWA: Robikin Emhas, kiai NU kecewa dengan penunjukan Fachrul Razi sebagai Menag. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KIAI NU KECEWA: Robikin Emhas, kiai NU kecewa dengan penunjukan Fachrul Razi sebagai Menag. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Statemennya yang memicu polemik belum lagi reda, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Robikin Emhas makin mempertegas kalau kiai NU — apalagi kiai kampung — memang kecewa dengan penunjukan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama (Menag).

“Ya memang itu realitasnya,” tegas Robikin usai sosialisasi UU Pesantren di hadapan pengurus PCNU dan pengasuh pondok pesantren di kantor PWNU Jatim, Kamis (24/10/2019) malam.

Robikin menuturkan, banyak kiai dari berbagai daerah, apalagi kiai kampung, menyampaikan penilaiannya, pendapatnya, terkait kementerian yang ditanyakan, termasuk Kemenag.

“Tidak sedikit dari beliau itu yang menyampaikan ungkapan-ungkapan, pendapat-pendapat, yang kami simpulkan, kami tafsirkan, kami kesankan sebagai bentuk kekecewaan,” katanya.

Andai mereka bukan kiai, tandas Robikin, “Nadanya pasti protes! Tapi karena kiai dengan adab yang tinggi maka tentu itu dia hanya bersikap,” imbuhnya.

Lantas, apa langkah PBNU menanggapi kekecewaan para kiai? Robikin menandaskan PBNU bukanlah partai politik, karena itu perannya sebatas menyampaikan.

“Karena kami tak sanggup memberikan penjelasan, bukan domain kami memberikan penjelasan tentang itu. Kami enggak mengerti,” katanya.

“Karena itu, kami menyampaikan ke ruang publik, dengan harapan dijelaskan dan ada tindak lanjut dari itu semuanya, itu saja.”

Adakah rencana menyampaikan secara resmi terkait keluhan kiai ke Presiden Jokowi atau Wapres KH Ma’ruf Amin? Robikin tak menjawab dan hanya memberikan senyum, “He..he..”

Bisa Dirasakan Rakyat

Robikin menambahkan, meski kiai NU kecewa dengan penunjukan Menag, secara umum pihaknya mengucapkan selamat bekerja untuk presiden, wakil presiden dan para menterinya.

“Semoga pemerintahan yang baru terbentuk, kehadirannya dirasakan oleh rakyat, para petani, nelayan, buruh kita, UMK, dan seluruh kompenen masyarakat bisa merasakan hadirnya pemerintah,” jelasnya.

Sementara ditanya soal rencana Fachrul Razi mengunjungi tokoh-tokoh lintas agama, Robikin mengaku belum mendengarnya, termasuk apakah akan ke PBNU.

“Saya tidak dengar. Saya tadi pagi meninggalkan Jakarta, karena para masyayikh dan para kiai lainnya kumpul di Ploso. Kami ada di situ, juga pengurus NU se-Mataraman dan kami termasuk membicarakan situasi mutakhir,” jelasnya.

» Baca Berita Terkait NU, Jokowi