Kebun Raya Mangrove Surabaya Koleksi 59 Jenis Tanaman, Terlengkap se-Indonesia!

| -
Kebun Raya Mangrove Surabaya Koleksi 59 Jenis Tanaman, Terlengkap se-Indonesia!
TERLENGKAP: Kebun Raya Mangrove Surabaya, koleksi 59 jenis tanaman mangrove. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

SURABAYA | Barometer Jatim – Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Kota Surabaya memiliki koleksi 59 jenis tanaman mangrove. Jumlah ini merupakan jenis mangrove terbanyak dan terlengkap di Indonesia. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti.

Dia menjelaskan, sebelum dilakukan peresmian Kebun Raya Mangrove jumlah jenis tanaman mangrove sebanyak 56. Lalu Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) yang juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri menyerahkan 1 jenis tanaman saat meresmikan.

“Ada tambahan hasil eksplorasi yang baru ada 2 jenis tanaman. Jadi sekarang kita sudah memiliki (koleksi) 59 jenis tanaman mangrove. Semula 56, lalu ditambah 1 saat peresmian, ditambah eksplorasi 2, sekarang sudah 59,” terangnya, Senin (8/7/2024).

Koleksi baru Kebun Raya Mangrove yang berasal dari luar Surabaya itu, kata Antiek, yakni jenis tanaman mangrove Kandelia Candel dari Kalimantan Barat, serta Heritiera Littoralis (Dungu Kecil) dari Gresik.

Karena itu, dia mendorong Kelompok Kerja Mangrove Daerah untuk bertukar informasi mengenai jenis tanaman mangrove yang belum dimiliki Kebun Raya Mangrove Surabaya.

“Supaya Kebun Raya Mangrove Surabaya lebih lengkap dan bisa menjadi etalasenya koleksi tanaman mangrove di Indonesia. Ini akan menjadi kebanggan kita, tidak hanya di Indonesia. Ke depan, akan kita kembangkan berdasarkan klaster,” ujarnya.

TAMBAH KOLEKSI: Antiek Sugiharti, Pemkot Surabaya bakal tambah koleksi jenis tanaman mangrove. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menambah koleksi jenis tanaman mangrove. Menurut Antiek, berdasarkan hasil eksplorasi yang baru dilakukan di hutan Banyuwangi dan Jember, terdapat jenis tanaman mangrove yang rencananya akan menambah jumlah koleksi Kebun Raya Mangrove Surabaya.

“Sudah kita survei dan kita dalami. Ada koleksi yang baru dan bisa kita ambil, menunggu 1-2 bulan lagi untuk bisa kita ambil, menunggu berbuah di Banyuwangi,” ungkapnya.

Antiek menjelaskan, terdapat 150 jenis tanaman mangrove di dunia. Agar bisa menjadi koleksi Kebun Raya Mangrove Surabaya, terdapat prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari penelitian yang detail, serta proses pengambilan tanaman yang harus sesuai prosedur.

“Jadi proses pengambilannya seperti apa,  sehingga tidak berpengaruh terhadap anatomi. Datangnya dari mana, kapan, proses pengambilannya seperti apa, kita ambilnya dari biji atau tanaman yang sudah tumbuh. Ketika mengambil harus diteliti betul, apakah jenis yang sesuai dengan yang dimaksud,” jelasnya.

Dalam proses tersebut, Pemkot Surabaya juga harus mendapat persetujuan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebab, setiap jenis tanaman mangrove yang ingin dijadikan koleksi harus diajukan dan dilaporkan ke BRIN.

“Kalau ditanam di pot belum bisa menjadi koleksi dan tidak diakui oleh BRIN, jadi harus ditanam di tanah. Karena mangrove berbeda-beda, ada yang menggunakan air pasang-surut, ada yang kering, ada yang mau terkena air terus. Itu yang harus kita perdalam,” terangnya.

Berdasarkan data dan informasi yang disampaikan BRIN, kata Antiek, Kebun Raya Mangrove Surabaya memiliki jenis tanaman terlengkap di Indonesia. Karena terdapat 59 jenis tanaman mangrove dari total 150 jenis di dunia.

“Surabaya sudah memiliki 59 jenis tanaman mangrove. Tapi tanaman mangrove ada hampir di seluruh Indonesia dengan jenis yang bermacam-macam, contoh yang kita ambil dari Papua, ada dari Gorontalo, yang terakhir kita dapat dari Kalimantan. Kita sambil eksplorasi,” ujarnya.

Di samping itu, menyongsong HUT ke-1 Kebun Raya Mangrove Surabaya, Pemkot Surabaya menggelar sejumlah rangkaian kegiatan mulai dari 26-28 Juli 2024. Salah satunya, pada 26 Juli 2024, akan digelar workshop “Mangrove for Nature for Future”.

“Itu menjadi salah satu upaya membangun jejaring sesama pengelola mangrove, supaya kita bisa saling bertukar informasi. Kita bisa saling bertukar untuk menambah koleksi. Kita tidak menargetkan jumlah, tapi kita memang ingin terus menambah jumlah koleksi,” katanya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.