Mengenal Jalal, Putra Khofifah yang Mahir Bahasa Mandarin

PIAWAI BAHASA MANDARIN: Jalaluddin Mannagalli bersama ibundanya, Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan Festival Jajanan Kampoeng Petjinan di Surabaya, Jumat (16/2). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
PIAWAI BAHASA MANDARIN: Jalaluddin Mannagalli bersama ibundanya, Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan Festival Jajanan Kampoeng Petjinan di Surabaya, Jumat (16/2). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Seorang pemuda, 22 tahun, naik panggung memenuhi panggilan Cagub Jatim nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa untuk berdiri di sampingnya saat pembukaan Festival Jajanan Kampoeng Petjinan di Marvell City, Surabaya, Jumat (16/2).

“Saya boleh panggil anak saya. Jalal, silakan ke sini. Mungkin anak saya akan memberikan ucapan selamat Imlek in Mandarin,” kata Khofifah.

Rupanya kehadirannya pemuda bernama lengkap Jalaluddin Mannagalli itu cukup menarik perhatian pengunjung. Selain masih lajang, perawakannya cukup ideal: Tinggi, berkulit bersih, berbusana rapi nan bersahaja, mencerminkan pribadi yang cerdas dan mapan.

• Baca: Didukung Komunitas Batak, Khofifah Digelari Boru Harianja

“Oh, ternyata anaknya Bu Khofifah, cakep ya,” bisik salah seorang pengunjung perempuan muda kepada teman di sampingnya yang mengangguk sembari menjawab, “Iya, baru kali ini ya melihat.”

Lebih mengejutkan lagi, terutama bagi warga Thionghoa yang hadir, karena Jalal mengucapkan perayaan Imlek dengan bahasa Mandarin. Secara fasih, dia bertutur kata dengan bahasa Mandarin sekitar satu menit mewakili ibunya.

Direktur Utama Marvell City Mall, Ronny Prasetya pun dibuat terkagum-kagum karena dia sendiri tidak terlalu mahir berbahasa Mandarin. “Yang saya tahu cuma semoga semua mendapatkan keberkahan,” katanya sambil tersenyum.

• Baca: Sosok Anak Petani Lamongan Penerima Adhi Makayasa 2017

Usai acara, saat ditanya wartawan terkait kalimat yang disampaikan, Jalal mengatakan dirinya mengatakan kalau Kampung Pecinan merupakan salah saru cara yang efektif untuk membantu pelaku UMKM.

“Pas juga Hari Imlek, jadi kita berkumpul di sini bareng keluarga untuk merasakan kebahagiaan bersama. Saya juga ngucapin selamat Hari Imlek, semoga kita semua mendapat kebahagiaan dan keberkahan,” katanya.

Jalal mahir berbahasa Mandarin karena lima tahun (2010-2015) menimba ilmu di University of International Business and Economics di Beijing, China. Sekembalinya dari Negeri Tirai Bambu, dia bekerja di Bank of China Jakarta selama dua tahun dan sekarang menjabat Konsultan Keuangan di BNI Pusat Jakarta.

Kultur Tiongkok

CENDERA MATA: Khofifah Indar Parawansa bersama Jalaluddin Mannagalli menerima cendera mata dari manajemen Marvell City. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
CENDERA MATA: Khofifah Indar Parawansa bersama Jalaluddin Mannagalli menerima cendera mata dari manajemen Marvell City. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Khofifah sendiri, sejak 1994 sebenarnya sudah berinteraksi dengan kultur Tiongkok karena waktu itu diminta Nelly Adam Malik menjadi Wakil Ketua Persatuan Persaudaraan Indonesia- Tiongkok. Pun ketika di parlemen, Khofifah masuk pada kerjasama perlemen Indonesia di Tiongkok.

“Lalu anak saya sempat lima tahun kuliah di Beijing, maka sesungguhnya ini bagian dari persaudaraan yang terbangun, terutama yang Gusdurian,” katanya.

Menurut Khofifah, Gus Dur lah yang kali pertama memberikan legalitas Hari Imlek sebagai hari libur. “Mudah-mudahan ini akan menjadi bagian dari penguatan persaudaraan kita,” ujarnya.

• Baca: Dua Julukan Keramat Kiai Wahab dari Mbah Hasyim

Mantan Menteri Sosial yang ketua umum PP Muslimat NU tersebut juga menegaskan, dirinya tidak akan kampanye karena hari libur. Hal itu sesuai dengan larangan KPU maupun Bawaslu Jatim.

“Tapi saya ingin menyampaikan, tiga hari lalu ada pengambilan nomor urut. Nah, ternyata Khofifah-Emil mendapat nomor urut 1. Mudah-mudahan kalau nomor 1 akan menjadi Jatim 1. Sekali lagi saya tidak kampanye, hanya menyampaikan informasi,” terangnya yang disambut aplaus hadirin.