Sosok Anak Petani Lamongan Penerima Adhi Makayasa 2017

TARUNA TERBAIK AAL: Sermatutar (T) Samsul Huda ST Han (kanan) bersama rekannya sesama taruna AAL. Samsul dinobatkan sebagai Taruna Terbaik AAL, penerima Bintang Adhi Makayasa. | Foto: DOK

Sebagian orang beranggapan kesuksesan seorang anak seringkali mewarisi reputasi orang tuanya, bak peribahasa: Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ternyata anggapan itu tidak berlaku bagi Samsul Huda, putra kelahiran Lamongan.

SERMATUTAR (T) SAMSUL HUDA ST Han, anak ketiga pasangan Slamet dan Srikanah, warga Dusun Tutup, Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Lamongan, berhasil masuk pendidikan taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dan lulus menjadi wisudawan dengan prestasi terbaik di antara 94 orang taruna.

Atas prestasinya selama menjalani pendidikan taruna di AAL tersebut, Samsul dinobatkan sebagai penerima penghargaan bintang “Adhi Makayasa” yang akan diserahkan lewat upacara di Istana Negara Jakarta pada 25 Juli 2017 dengan Inspektur Presiden Joko Widodo.

Penganugerahan Adhi Makayasa ini dilakukan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, Rabu (12/7), saat menutup pendidikan sekaligus mewisuda Sarjana Sains Terapan Pertahanan (ST Han) bagi 94 calon perwira lulusan AAL angkatan ke-62 di Gedung Maspardi, AAL Bumimoro, Surabaya.

• Baca: Bupati Lamongan Terusik Data Angka Gizi Buruk Kronis

Upacara ini sekaligus menandai berakhirnya pendidikan Taruna AAL angkatan ke-62 tahun 2017. Pada upacara tersebut, KSAL mengalungkan medali, sedangkan Gubernur AAL Laksda TNI Wuspo Lukito menyerahkan ijazah D4 (disetarakan S1) dengan gelar ST Han.

Tentu saja prestasi yang didapatkan Samsul tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan. Kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai petani dan hidup di pelosok desa nan jauh dari keramaian kota, membuat dia harus bekerja keras menggapai cita-citanya.

“Sejak SMP cita-citanya ya ingin jadi tentara. Setelah lulus SMAN Babat, dia sempat mendaftar di Surabaya namun gagal di tes pantokhir, lalu daftar lagi dan alhamdulillah diterima,” tutur Slamet pada Barometerjatim.com, Senin (17/7).

• Baca: Kurang Terpelihara, Situs Patakan Dirusak Orang

Di mata kedua orang tuanya, Samsul yang lahir di Lamongan, 29 April 1994 semasa kecil tergolong ‘bandel’ seperti kebanyakan anak-anak seusianya. Namun bungsu dari tiga bersaudara tersebut termasuk anak yang patuh kepada kedua orang tuanya.

“Kalau saya marahi, dia diam dan nurut (patuh). Ya, karena inginnya itu anak saya pintar, Nek mbeling sekolah ya gak tak sangoni (Kalau bandel bersekolah ya tidak dikasih uang saku). waktu masih SMP suka bantu ke sawah, kadang juga ngarit suket (cari rumput), lha wong anake wong tani (lah anaknya petani)”, tuturnya.

Berprestasi Sejak MI

ANAK PETANI LAMONGAN: Sermatutar (T) Samsul Huda ST Han (tengah) bersama kedua orang tuanya, pasangan petani asal Kabupaten Lamongan. | Foto: DOK

Sebelum mendaftar dan diterima sebagai Taruna AAL, Samsul mengenyam pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Khoiriyah dan lulus pada 2005/2006. Saat di bangku MI prestasinya sudah terlihat, terbukti sejak kelas 1 hingga kelas 6 masuk kategori peringkat kelas.

Lulus dari MI, Samsul melanjutkan ke jenjang berikutnya di SMP Negeri 1 Modo dan lulus 2007/2008. Di bangku SMP, kecerdasannya masih terlihat, meski tidak sebegitu menonjol seperti di tingkat pendidikan dasar.

Begitu pula ketika duduk di bangku SMA Negeri 1 Babat. Samsul mulai memiliki semangat yang tinggi dengan tekun dan rajin belajar, hingga lulus dari sekolah lanjutan tingkat atas pada 2010/2011.

“Sejak SMP cita-citanya ya ingin jadi tentara. Setelah lulus SMAN Babat, dia sempat mendaftar di Surabaya namun gagal di tes pantokhir, lalu daftar lagi dan alhamdulillah diterima.”

“Anaknya itu pendiam, jarang keluar jalan-jalan kalau nggak saya ajak. Setiap waktu longgar di rumah dia terus belajar. Bahkan, nonton televisi saja sambil membawa buku bacaan,” tutur Abdul Ghofur, tetangga sekaligus teman Samsul.

Dengan prestasi yang diraih Samsul saat ini, baik keluarga maupun teman serta tetangga yang mengenalnya merasa senang dan bangga. Sebab, sebagai anak petani yang tinggal di pelosok desa mampu berprestasi dan berguna bagi bangsa.

“Harapannya ya Samsul menjadi orang yang baik, tetap sopan santun sama orang tua, tidak sombong kalau jadi orang berpangkat,” harap Slamet dan Srikanah.