Mendadak NU di Pilwali Surabaya, Gus Aam: Asli ya Gus Hans!

PILWALI SURABAYA: Gus Aam, warga Surabaya tahu mana kader NU yang asli dan hasil politisasi | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Gus Aam, warga Surabaya tahu mana kader NU yang asli dan hasil politisasi | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Sholahul Aam Notobuwono alias Gus Aam melihat tak sedikit kandidat yang “mendadak NU” jelang Pilkada. Tak terkecuali di Pilwali Surabaya 2020.

“Banyak yang abal-abal, apalagi mendekati politik (Pilkada) begini baru mengklaim sebagai kader NU. Itu juga terjadi di Pilwali Surabaya, jelas kok (yang mengklaim kader NU), enggak usah diistikharahi, sudah jelas!” tegas Gus Aam di Surabaya, Selasa (1/9/2020).

Meski demikian, menurut Gus Aam yang juga anggota dewan penasihat PW GP Ansor Jatim, masyarakat Surabaya — terutama Nahdliyin/warga NU — sudah tahu mana kader NU yang asli dan sebatas politisasi.

“NU yang cuma karena politisasi itu kan sudah banyak yang ngerti lah. Itu kan hanya untuk sekedar politik. Sudah jelas mana yang investasi di NU, mana yang darah pejuang NU, sudah kelihatan,” paparnya.

“Apalagi yang cuma politisasi NU, halah.. tambah ketok jelas cetho (terlihat nyata). Dan warga NU tahu kok, NU itu politiknya kebangsaan, nggak praktis. Jadi mereka tahu ke mana harus memberikan suaranya untuk kepentingan NU ke depan,” sambungnya.

Dari kandidat yang muncul di bursa Pilwali Surabaya 2020, Gus Aam bahkan blak-blakan menyebut hanya Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans yang asli NU. “NU sing asli yo wis Gus Hans kuwi ta (yang asli NU ya Gus Hans),” tandasnya.

Darah Pejuangnya NU

DARAH PEJUANG NU: Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, kader yang memiliki darah pejuang NU. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DARAH PEJUANG NU: Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, kader yang memiliki darah pejuang NU. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Apakah itu artinya warga NU akan mendukung Gus Hans yang cicit ulama besar KH Tamim Irsyad di Pilwali Surabaya 2020?

“Saya kira Gus Hans sudah enggak perlu diragukan lagi masalah itu (ke-NU-annya). Gus Hans sudah khidmat di struktural, kader, darah pejuangnya NU, selesai sudah!” ujarnya.

Gus Aam juga menegaskan, di Surabaya, jumlah NU kultural juga jauh lebih banyak ketimbang struktural PCNU, PC Ansor maupun Banom NU lainnya.

“Kulturalnya jauh lebih banyak, dan mereka tahu mana yang darah pejuang NU,” tuntas kiai muda yang mantan ketua PW GP Ansor Jatim tersebut.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya